Inhil Dorong Hilirisasi Kelapa dalam Forum Ekonomi Riau

PEKANBARU — Pelaksana Harian (Plh) Bupati Indragiri Hilir, Yuliantini, mendorong pengembangan hilirisasi kelapa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri The 2nd Riau Economic Forum yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Senin(31/08).

IMG-20261019-WA0013.jpg

Forum bertema “Riau Tumbuh Solid dan Digitalisasi Terakselerasi” itu berlangsung di Aula Lancang Kuning, Gedung A, Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah daerah, ekonom, pengusaha, dan pemangku kepentingan untuk membahas penguatan ekonomi serta peluang investasi di Riau.

Yuliantini mengatakan Indragiri Hilir memiliki potensi besar dalam pengembangan industri berbasis kelapa. Ia berharap forum tersebut menghasilkan kolaborasi yang dapat mendorong pengolahan komoditas kelapa menjadi produk bernilai tambah.

“Forum ini menjadi momentum yang baik untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi Kabupaten Inhil yang memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan dan dioptimalkan, terutama untuk hilirisasi di bidang perkelapaan,” kata Yuliantini.

Menurut dia, pengembangan hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap peluang kerja sama yang dibahas dalam forum dapat ditindaklanjuti melalui program konkret, termasuk untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi Indragiri Hilir.

Dalam forum tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, menekankan pentingnya investasi dan hilirisasi sektor unggulan. Ia juga mengapresiasi perusahaan yang berkontribusi terhadap realisasi investasi di daerah.

IMG-20261019-WA0016.jpg

“Kami menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada perusahaan penerima Investment Award atas realisasi hilirisasi terbesar pada semester pertama. Ini bukti nyata komitmen dunia usaha dalam membangun Riau dengan memanfaatkan kekuatan lokal,” ujar Syahrial.

Syahrial menyebut perkebunan dan pertambangan sebagai sektor utama penopang ekonomi Riau. Menurut dia, provinsi tersebut mencakup sekitar 20 persen luas perkebunan kelapa sawit Indonesia dan menghasilkan sekitar 23 persen minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil atau CPO) nasional.

Adapun Indragiri Hilir memiliki perkebunan kelapa seluas sekitar 440.000 hektare. Namun, sekitar 79.000 hektare lahan kelapa di Riau disebut mengalami penurunan produktivitas karena faktor usia tanaman, kerusakan, dan intrusi air laut.

IMG-20261019-WA0014.jpg

Pemerintah Provinsi Riau, kata Syahrial, memberikan perhatian terhadap upaya peremajaan perkebunan kelapa. Usulan peremajaan atau replanting seluas 43.000 hektare, yang semula mencakup Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Pelalawan, kini diperluas ke seluruh 10 kabupaten dan kota di Riau.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga produktivitas perkebunan sekaligus memperkuat pengembangan industri hilir berbasis komoditas unggulan daerah.(Galeri foto)

 

 

 

TERKAIT