Inflasi Tembilahan 3,05 Persen pada September 2026, Harga Perawatan Pribadi Tertinggi

INHIL — Inflasi tahunan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mencapai 3,05 persen pada September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,46, naik dari 111,07 pada September 2025.

Data tersebut dibahas dalam pertemuan mengenai perkembangan inflasi dan IHK Tembilahan di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Indragiri Hilir, Kamis, 1 Oktober 2026. Bupati Indragiri Hilir diwakili Asisten II Sekretariat Daerah, Dwi Budiyanto, yang hadir bersama Kepala BPS Indragiri Hilir, Zulyadi.

Selain inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y), BPS mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,20 persen. Adapun inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 1,79 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kenaikan harga tahunan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yakni 11,44 persen. Berikutnya, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran mengalami inflasi 8,56 persen, sedangkan kelompok transportasi naik 2,58 persen.

Kenaikan harga juga tercatat pada kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,33 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,13 persen, disusul informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,03 persen.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan 0,93 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,87 persen, kesehatan 0,52 persen, pendidikan 0,51 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya 0,02 persen.

Sejumlah komoditas turut memberikan andil terhadap inflasi, antara lain daging ayam ras, minyak goreng, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin, air kemasan, ikan kembung, beras, dan gula pasir. Komoditas lainnya meliputi ikan serai, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, ikan patin, dan ketimun.

Sebaliknya, beberapa komoditas memberikan andil terhadap deflasi, di antaranya cabai merah, bawang merah, ikan lele, udang basah, kol putih atau kubis, kangkung, kentang, dan petai.

Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bersama BPS menyatakan terus memperkuat koordinasi melalui pemantauan harga secara berkala. Upaya tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.(Adv)

 

TERKAIT