Bunda PAUD Inhil Sosialisasikan Anti-Perundungan dan Gerakan Makan Ikan

INHIL — Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti, mengajak anak-anak mencegah perundungan atau bullying serta membiasakan konsumsi ikan dan pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA). Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi di Kantor Camat Tempuling, Rabu (14/10).

Dalam kegiatan itu, Katerina menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman bagi anak untuk tumbuh dan berkembang tanpa kekerasan. Ia juga menggelar deklarasi anti-perundungan.

IMG-20261023-WA0024.jpg

“Anak-anak Bunda, kalau ada teman yang berbeda, yang istimewa, tidak boleh diejek, ya! Apalagi dipukul. Harus menghargai semua ciptaan Allah. Kalau ada teman sedih, dihibur. Jika ada yang berbeda, dirangkul, karena kita semua bersaudara,” kata Katerina.

Menurut Katerina, pencegahan perundungan membutuhkan peran guru dan orang tua. Guru perlu menanamkan nilai-nilai saling menghargai sekaligus mengamati perubahan perilaku murid yang berpotensi menjadi korban perundungan.

Pembentukan karakter tersebut, kata dia, harus dilanjutkan di lingkungan keluarga. Orang tua diminta memberi perhatian terhadap perasaan dan pengalaman anak selama berada di sekolah, bukan semata-mata menanyakan nilai atau tugas.

“Kalau anak pulang sekolah, jangan Ibu langsung tanya nilai atau tugas. Pastikan dulu perasaan dan pengalamannya selama di sekolah. Jangan sampai anak trauma karena ada tekanan di sekolah dan tidak mendapat perhatian di rumah,” ujarnya.

IMG-20261023-WA0023.jpg

Selain mengampanyekan pencegahan perundungan, Katerina, yang juga menjabat Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Inhil, mengajak masyarakat membiasakan anak mengonsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Ia menjelaskan, ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mendukung pertumbuhan otak anak. Konsumsi ikan juga perlu dilengkapi dengan sumber protein nabati, seperti tempe dan tahu, untuk mendukung perkembangan kognitif.

IMG-20261023-WA0027.jpg

Katerina turut mengingatkan pentingnya konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Kombinasi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah diperlukan untuk mendukung kesehatan serta aktivitas anak sehari-hari.(Galeri foto)

 

TERKAIT