Harga TBS Sawit Riau Meroket! Kenaikan Tertinggi 0,59% Januari 2026, Petani Untung Besar!
PEKANBARU — Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau mengalami kenaikan pada minggu pertama tahun 2026. Penetapan harga baru ini diumumkan dalam rapat harga yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau pada Selasa, 13 Januari, untuk periode 14–20 Januari 2026.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, mengungkapkan bahwa penetapan harga ini menggunakan tabel rendemen harga terbaru yang telah disusun oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan dan disepakati oleh Tim Penetapan Harga.
"Penetapan harga TBS minggu pertama tahun 2026 ini mengacu pada tabel rendemen baru yang telah disesuaikan dengan hasil kajian PPKS Medan," ujar Defris.
Kenaikan harga TBS tertinggi tercatat pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yang mengalami peningkatan sebesar Rp 20,38 per kilogram atau sekitar 0,59 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Dengan demikian, harga TBS untuk petani dengan tanaman berumur 9 tahun kini menjadi Rp 3.468,17 per kilogram, berlaku untuk periode 14–20 Januari.
Defris menjelaskan bahwa faktor utama yang mendorong kenaikan harga TBS adalah meningkatnya harga minyak sawit mentah (CPO) dan kernel.
“Peningkatan harga TBS kali ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga jual CPO dan kernel yang cukup signifikan,” tambahnya.
Menurut data yang dirilis, harga CPO pada periode ini naik Rp 39,40 per kilogram, sementara harga kernel melonjak Rp 250,85 per kilogram. Indeks K yang digunakan pada penetapan harga ini adalah 93,17 persen, dengan harga cangkang ditetapkan sebesar Rp 25,78 per kilogram untuk satu bulan ke depan.
Meski begitu, dalam rapat tersebut, beberapa pabrik kelapa sawit dilaporkan tidak melakukan penjualan. Oleh karena itu, harga rata-rata CPO dan kernel yang digunakan dalam penetapan harga didasarkan pada harga rata-rata tim, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8.
“Harga rata-rata CPO KPBN untuk periode ini adalah Rp 14.291,67 per kilogram dan harga kernel KPBN sebesar Rp 11.625,00 per kilogram,” jelas Defris.
Selain itu, Defris juga menekankan bahwa Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola penetapan harga agar sesuai dengan regulasi yang ada dan berkeadilan bagi petani serta perusahaan mitra.
“Perbaikan tata kelola ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung kesejahteraan petani melalui peningkatan pendapatan mereka,” tutupnya.
Berikut adalah daftar harga TBS kelapa sawit mitra swadaya Provinsi Riau untuk periode 14–20 Januari 2026:
Umur 3 tahun: Rp 2.681,14 per kilogram
Umur 4 tahun: Rp 2.993,11 per kilogram
Umur 5 tahun: Rp 3.215,18 per kilogram
Umur 6 tahun: Rp 3.339,97 per kilogram
Umur 7 tahun: Rp 3.414,90 per kilogram
Umur 8 tahun: Rp 3.456,57 per kilogram
Umur 9 tahun: Rp 3.468,17 per kilogram
Umur 10–20 tahun: Rp 3.430,63 per kilogram
Umur 21 tahun: Rp 3.371,50 per kilogram
Umur 22 tahun: Rp 3.303,79 per kilogram
Umur 23 tahun: Rp 3.226,81 per kilogram
Umur 24 tahun: Rp 3.168,58 per kilogram
Umur 25 tahun: Rp 3.120,71 per kilogram
Selain itu, indeks K ditetapkan sebesar 93,17 persen, harga CPO Rp 14.204,34 per kilogram, harga kernel Rp 11.785,47 per kilogram, dan harga cangkang Rp 25,78 per kilogram (dilansir MDC)







.jpeg)


Tulis Komentar