Polres Kampar Sosialisasikan Green Policing dan Tanam Pohon Bersama Pelajar

KAMPAR — Polres Kampar bekerja sama dengan Persatuan Hijau Riau (PHR) dan Yayasan Madrasah Aliyah Al-Muhajirin menggelar sosialisasi Green Policing dan Green Movement disertai kegiatan penanaman pohon di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan S., jajaran pejabat utama Polres Kampar, Kapolsek Tapung Kompol David Harisman, Ketua Persatuan Hijau Riau Hengky Primana, Ketua Lakta Tapung DR. H. Ahmad Zikri, Kepala Desa Pancuran Gading, Ketua Yayasan Al-Muhajirin DT. Bagindo Mudo Muhammad Rais Hasan Piliang, kepala sekolah, para guru, serta lebih dari 500 siswa dari berbagai sekolah.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu, pemasangan tanjak, pembukaan, pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta pemutaran video tentang Green Policing dan Green Movement.

Ketua Persatuan Hijau Riau, Hengky Primana, dalam sambutannya mengajak para siswa untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan sejak dini. Ia menekankan pentingnya menanam pohon sebagai langkah sederhana mencegah kerusakan lingkungan.

“Persatuan Hijau Riau siap mendukung program Green Policing yang digagas Polda Riau. Bibit pohon akan dibagikan kepada siswa untuk ditanam dan didokumentasikan dalam bentuk video sebagai bagian dari edukasi lingkungan,” ujar Hengky.

Kapolres Kampar AKBP Bobby Putra Ramadhan S. menjelaskan bahwa Green Policing merupakan gerakan moral dan ekologis yang bertujuan membangun kesadaran menjaga lingkungan hidup. Menurut dia, konsep tersebut bukan sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari semangat Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat yang berwawasan hijau.

“Green Policing adalah pendekatan pemolisian yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari menjaga keteraturan sosial dan peradaban,” kata Bobby.

Ia juga menyoroti kondisi lingkungan di Provinsi Riau yang menghadapi berbagai persoalan, seperti kebakaran hutan dan lahan, pencemaran sungai, eksploitasi sumber daya alam ilegal, serta kerusakan ekosistem gambut.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bibit pohon kepada perwakilan siswa, sosialisasi Green Policing oleh perwakilan PHR, sesi tanya jawab, serta penanaman pohon secara simbolis di lingkungan sekolah.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(AD)


TERKAIT