Pengurus Pramuka Tebingtinggi Timur 2025–2028 Dilantik, Diminta Melek Teknologi
MERANTI— Pelantikan pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Tebingtinggi Timur masa bakti 2025–2028 diminta menjadi momentum pembaruan organisasi, bukan sekadar agenda seremonial. Kepengurusan baru didorong agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan media digital.
Penegasan tersebut disampaikan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kepulauan Meranti, Hj. Ismiatun, saat melantik Pengurus Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwarran, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), serta Dewan Kerja Ranting (DKR) Tebingtinggi Timur. Pelantikan berlangsung di Pondopo Sanggar Seni Linau Kuning, Desa Sungai Tohor, Rabu (4/2/2026).
Ismiatun mengatakan, pelantikan harus menjadi titik awal kebangkitan Gerakan Pramuka di Tebingtinggi Timur agar kembali aktif, solid, dan memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda.
“Saya melihat adanya semangat dan energi baru dari kepengurusan yang dilantik. Ini harus menjadi momentum kebangkitan, bukan hanya formalitas pelantikan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus wajib menjalankan amanah organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka. Menurut dia, setiap kebijakan dan aktivitas organisasi harus sejalan dengan nilai serta prinsip kepramukaan.
“Tidak dibenarkan adanya kebijakan atau tindakan yang keluar dari aturan dan ruh Gerakan Pramuka. Semua harus taat pada ketentuan organisasi,” kata Ismiatun.
Selain itu, ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas agar roda organisasi berjalan efektif dan profesional. Setiap pengurus, kata dia, harus memahami tugas pokok dan fungsinya serta bekerja secara kolektif dan kolegial.
Ismiatun juga mengingatkan bahwa fokus utama Gerakan Pramuka adalah pembinaan peserta didik. Menurutnya, kegiatan administratif tidak boleh menggeser esensi pendidikan karakter dalam kepramukaan.
“Manfaatkan SKU, SKK, dan Pramuka Garuda sebagai instrumen utama pembentukan karakter, akhlak, dan budi pekerti generasi muda,” ujarnya.
Seiring perkembangan teknologi informasi, Ismiatun mendorong pengurus Kwarran Tebingtinggi Timur untuk melakukan transformasi digital. Ia menyebutkan bahwa Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka berbasis aplikasi Ayo Pramuka akan segera didistribusikan.
“Pramuka Tebingtinggi Timur tidak boleh gagap teknologi. Media sosial dan teknologi informasi harus dimanfaatkan dengan semangat Setiap Pramuka Adalah Pewarta,” katanya.
Sementara itu, Camat Tebingtinggi Timur Mazlin selaku Ketua Mabiran berharap kepengurusan baru mampu melahirkan program inovatif serta bersinergi dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya di lingkungan satuan pendidikan.
Mazlin juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap kegiatan Pramuka, terutama yang berkaitan dengan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Jangan sampai laporan kegiatan ada, tetapi kegiatannya tidak ada. Pramuka harus benar-benar hadir dan manfaatnya dirasakan oleh peserta didik,” ujarnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti Tunjiarto, unsur Kwartir Cabang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), para pembina gugus depan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(RS)










Tulis Komentar