Kebakaran Hutan di Rupat Bengkalis Meluas, 43 Hotspot Terpantau Satelit

BENGKALIS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis. Api melalap lahan seluas sekitar 10 hektare di Jalan Parit Jawa RT 004 RW 002, Dusun Sungai Mesim 2, Desa Sukarjo Mesim, Rabu (11/2/2026).

Jajaran Polsek Rupat bergerak cepat setelah menerima informasi adanya titik api. Kapolsek Rupat, AKP Faisal, S.H., bersama personel turun langsung ke lokasi dan memimpin proses pemadaman serta pendinginan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu bersama unsur TNI dari Koramil 04 Rupat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Rupat, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT SRL, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, lahan yang terbakar didominasi semak belukar dan kebun sawit dengan karakteristik tanah gambut yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan. Kondisi cuaca panas yang berlangsung tanpa hujan dalam beberapa waktu terakhir, ditambah angin bertiup sedang dan kerap berubah arah, membuat api berpotensi cepat meluas.

Dari hasil verifikasi titik panas melalui Dashboard Lancang Kuning, terpantau 43 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium hingga tinggi berdasarkan pantauan satelit SNPP sumber NASA. Seluruh titik berada dalam satu hamparan di kawasan Jalan Parit Jawa dan menjadi fokus penanganan tim gabungan.

“Sebagian lokasi sudah berhasil dipadamkan, namun masih terdapat kemunculan api baru di lahan yang baru terbakar. Kami terus berupaya melakukan lokalisir agar api tidak meluas,” ujar AKP Faisal di sela kegiatan.

Dalam proses pemadaman, tim menghadapi kendala keterbatasan sumber air karena di sekitar lokasi tidak terdapat kanal maupun embung. Untuk sementara, suplai air mengandalkan kanal milik PT SRL yang jaraknya cukup jauh dari titik api.

Meski demikian, personel gabungan tetap melanjutkan upaya pemadaman. Satu unit alat berat dikerahkan untuk membuat sekat bakar, embung sementara, serta memperlebar kanal guna mempercepat distribusi air. Sejumlah mesin mini strike dan puluhan rol selang dari BPBD, PT SRL, dan MPA turut digunakan untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan.

Kapolsek menegaskan, penyebab kebakaran dan identitas pemilik lahan masih dalam tahap penyelidikan. Aparat akan mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan maupun kelalaian dalam peristiwa tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan terkendali serta tidak terdapat korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih melakukan pendinginan dan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya guna mencegah kebakaran meluas dan berdampak terhadap lingkungan maupun kesehatan masyarakat.(Adi)

 

TERKAIT