PHR Catat Produksi 1.274 Barel per Hari dari Sumur Libo SE #86 di Riau

PEKANBARU-  PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mencatat hasil positif dari uji produksi perdana sumur Libo SE #86 di Kabupaten Siak, Riau. Pada pengujian awal yang dilakukan awal 2026, sumur tersebut mampu menghasilkan 1.274 barel minyak per hari (BOPD), menandai capaian penting dalam pengembangan lapangan di Wilayah Kerja Rokan.

Manajemen PHR menyebutkan, produksi awal sumur itu menunjukkan angka 0 persen water cut. Artinya, fluida yang terangkat ke permukaan merupakan minyak tanpa kandungan air.

Sumur Libo SE #86 menargetkan lapisan Top Menggala pada kedalaman sekitar 5.680 kaki dengan tingkat permeabilitas maksimum tercatat 2,2 darcy. Perusahaan menerapkan sejumlah strategi teknis untuk mengoptimalkan aliran hidrokarbon dari reservoir.

Teknik selective perforation atau pelubangan selubung sumur secara selektif diterapkan untuk membuka zona paling prospektif. Selain itu, PHR mengoperasikan pompa listrik rendam (electric submersible pump/ESP) dengan laju rendah yang disesuaikan dengan karakteristik produksi sumur.

Untuk menjaga stabilitas aliran pada kondisi yang mengandung gas, perusahaan memasang kombinasi Advanced Gas Handler (AGH) pada pompa bawah permukaan dan gas separator di fasilitas permukaan.

“Pencapaian ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi teknologi dan kerja keras para perwira, Blok Rokan masih memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, dalam keterangan tertulis.

PHR menyatakan keberhasilan ini akan ditindaklanjuti dengan pengeboran lanjutan di area yang sama. Saat ini, tim operasi tengah melakukan pengeboran sumur Libo SE #88 pada wellpad yang sama.

Perusahaan juga merencanakan pengeboran empat sumur tambahan melalui skema infill drilling guna memaksimalkan potensi produksi di area Libo SE. Kolaborasi lintas fungsi internal disebut menjadi faktor penting dalam pelaksanaan proyek tersebut, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSE).

Wilayah Kerja Rokan dikelola PHR sejak 9 Agustus 2021 setelah pemerintah memberikan mandat pengelolaan kepada Pertamina. Blok ini menjadi salah satu kontributor utama produksi minyak nasional.

PHR merupakan anak usaha hulu migas di bawah naungan PT Pertamina Hulu Energi, subholding upstream PT Pertamina (Persero). Perusahaan melanjutkan pengelolaan WK Rokan hingga 8 Agustus 2041.(DI)

 

TERKAIT