Mesin AMDK Rp123 Juta Milik BUMDes Desa Muntai Barat Bengkalis Diduga Mangkrak

BENGKALIS – Unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Muntai Barat, Kecamatan Bengkalis, menjadi sorotan warga. Mesin produksi yang dibeli dengan anggaran Rp123 juta pada 2022 itu dikabarkan hanya beroperasi beberapa bulan sebelum akhirnya berhenti dan hingga kini tidak lagi difungsikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengadaan mesin AMDK tersebut dilakukan pada 2022 dan sempat digadang-gadang sebagai salah satu unit usaha unggulan BUMDes untuk mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun, dalam perkembangannya, mesin tersebut disebut tidak lagi beroperasi.

Unit usaha AMDK itu berlokasi di Jalan Penurun, Dusun Indah Sari, Desa Muntai Barat. Pada tahun yang sama, pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran Rp123 juta untuk pembangunan gudang BUMDes sebagai fasilitas penunjang operasional.

Sejumlah warga menyayangkan kondisi mesin produksi yang telah menelan anggaran ratusan juta rupiah tersebut. Mereka menyebut mesin itu kini tidak berjalan maksimal dan diduga tidak lagi berfungsi.

Salah seorang warga, Amin, mengatakan aktivitas produksi hanya berlangsung beberapa bulan setelah mesin didatangkan.

“Awalnya sempat produksi, tapi cuma beberapa bulan. Setelah itu berhenti sampai sekarang,” ujar Amin, Selasa (24/2/2026).

Selain mesin produksi, BUMDes juga mengadakan satu unit mobil operasional jenis Mitsubishi L300 dalam kondisi bekas untuk mendukung distribusi. Namun, kendaraan tersebut dikabarkan mengalami kerusakan dan saat ini disimpan di gudang.

“Mobil L300 yang dibeli untuk operasional juga sudah rusak dan disimpan di gudang,” kata Amin.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan terkait efektivitas perencanaan dan pengelolaan unit usaha desa. Total anggaran untuk pembangunan gudang dan pengadaan mesin AMDK mencapai Rp246 juta, belum termasuk pembelian mobil operasional.

Warga berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan aset BUMDes agar dana desa yang telah dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Penjabat Kepala Desa Muntai Barat, Jayusni, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, belum memberikan keterangan resmi. Pemerintah Desa Muntai Barat maupun pengelola BUMDes juga belum menyampaikan penjelasan terkait kondisi terkini unit usaha AMDK tersebut.(Adi)

 

TERKAIT