Sahur Bersama 2.000 Ojol, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Serap Aspirasi Driver
PEKANBARU — Untuk pertama kalinya di Indonesia, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho makan sahur dan melakukan konvoi menuju masjid bersama sekitar 2.000 pengemudi ojek online (ojol), Ahad dini hari, 1 Maret 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Purna MTQ, Kota Pekanbaru, itu disambut antusias para pengemudi. Mereka datang dari berbagai platform, antara lain Grab, Gojek, Maxim, dan ShopeeFood. Tidak hanya pengemudi Muslim, sejumlah pengemudi non-Muslim juga turut hadir untuk bersilaturahmi.
Sejak pukul 02.00 WIB, para pengemudi telah memadati lokasi. Setelah santap sahur bersama, rombongan bergerak konvoi menuju masjid untuk menunaikan salat Subuh berjamaah.
Salah seorang perwakilan pengemudi, Ratih, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari interaksi di media sosial. Ia mengaku sempat meninggalkan komentar di akun Instagram wali kota dan mengajak berdialog secara langsung.
“Awalnya saya komentar di Instagram Pak Agung. Saya bilang, ayo Pak ajak kami jalan-jalan biar kami bisa curhat. Tidak lama kemudian direspons. Jadilah hari ini kami bisa kumpul bersama Pak Wali Kota. Memang beliau gerak cepat,” ujar Ratih dalam sambutannya.
Ratih, yang akrab disapa Bunda oleh rekan-rekannya, juga mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung. Ia menilai perbaikan infrastruktur jalan berdampak langsung pada pekerjaan pengemudi ojol.
“Jalan yang diperbaiki sangat berarti bagi kami. Kendaraan lebih awet dan pengantaran jadi lebih cepat. Itu membantu penghasilan kami,” katanya.
Meski demikian, ia berharap ada kebijakan yang memberi keringanan biaya parkir saat pengemudi menjemput pesanan di pusat perbelanjaan atau titik-titik tertentu. Menurut dia, biaya parkir kerap mengurangi pendapatan harian pengemudi.
Menanggapi hal itu, Agung menyatakan pemerintah kota terbuka terhadap aspirasi para pengemudi dan akan mengkaji kemungkinan kebijakan yang mendukung kelancaran kerja ojol tanpa melanggar aturan yang berlaku.
“Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil tetap sesuai regulasi dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Kegiatan sahur bersama tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah kota dan para pengemudi transportasi daring, yang selama ini menjadi bagian penting dari layanan mobilitas dan distribusi makanan di Pekanbaru.(DI)










Tulis Komentar