Pemkab Kepulauan Meranti Fokus Tekan Kemiskinan dan Stunting dalam Renja 2027
MERANTI — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai memfokuskan arah pembangunan tahun 2027 pada program yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Prioritas diarahkan pada pengurangan kemiskinan, penurunan stunting, serta penguatan ekonomi wilayah kepulauan.
Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, saat membuka Forum Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2027, Rabu(04/03), di Ballroom Afifa, Selatpanjang.
Dalam forum tersebut, Muzamil meminta seluruh perangkat daerah meninggalkan pola perencanaan yang bersifat administratif dan seremonial. Ia menekankan agar setiap program disusun berbasis data atau evidence-based planning, terukur, serta selaras dengan indikator makro pembangunan daerah.
“Setiap perangkat daerah harus memastikan program dan kegiatan mendukung pencapaian indikator makro daerah. Prioritaskan program yang berdampak langsung terhadap pengurangan kemiskinan, peningkatan layanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur wilayah kepulauan,” kata Muzamil.
Forum Renja merupakan tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Kegiatan ini juga menjadi ruang penyelarasan antara hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kecamatan dengan rancangan program perangkat daerah.
Pemerintah daerah menetapkan tema pembangunan 2027 yakni *Pemantapan Pembangunan untuk Penguatan Daya Saing, Ekonomi Inklusif, Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekologi*. Tema tersebut mencerminkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak semata mengejar angka, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan, sesuai karakteristik wilayah kepulauan.
Muzamil juga mengingatkan pentingnya sinergi antarperangkat daerah agar tidak terjadi tumpang tindih program. Menurut dia, belanja rutin dan kegiatan yang tidak memiliki dampak terukur perlu dievaluasi.
“Sinergi lintas perangkat daerah harus diperkuat. Program yang tidak memberikan dampak nyata terhadap masyarakat harus ditinjau kembali,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, mengatakan forum tersebut bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum untuk mempertajam prioritas pembangunan daerah.
“Forum ini bertujuan mengharmonisasikan usulan hasil Musrenbang kecamatan dengan program perangkat daerah. Kita juga mempertajam indikator kinerja serta menyepakati prioritas pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Abu Hanifah.
Ia menambahkan, pembahasan difokuskan pada penyelesaian persoalan mendasar seperti kemiskinan ekstrem, penurunan angka stunting, serta isu-isu strategis lain yang membutuhkan intervensi lintas sektor.
Forum Renja 2027 juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan reformasi birokrasi tematik. Pemerintah daerah berharap setiap anggaran yang dialokasikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Meranti.(ADV)










Tulis Komentar