Jelang Mudik Lebaran, Ditlantas Polda Riau Petakan Titik Rawan Kecelakaan dan Kemacetan

PEKANBARU— Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan di berbagai jalur utama di Provinsi Riau menjelang arus mudik Lebaran Idul Fitri. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat saat mudik dan arus balik.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, mengatakan pemetaan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan, data kecelakaan sebelumnya, serta potensi kepadatan kendaraan di jalur strategis yang dilalui pemudik.

“Kami telah mengidentifikasi sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Dengan pemetaan ini, kami dapat menyiapkan langkah pengamanan, pengaturan serta rekayasa lalu lintas secara maksimal agar perjalanan masyarakat selama mudik tetap aman, nyaman, dan lancar,” kata Jeki, Sabtu(07/03). 

Pada jalur lintas barat Pekanbaru menuju Sumatera Barat yang melintasi Kabupaten Kampar, terdapat beberapa titik yang dinilai rawan kecelakaan lalu lintas. Titik tersebut berada di KM 82/83 Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar, KM 98 Desa Tanjung Alai Kecamatan XIII Koto Kampar, KM 17 Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, serta KM 29 Sei Pinang Kecamatan Tambang.

Selain rawan kecelakaan, jalur ini juga memiliki potensi kepadatan kendaraan, terutama di kawasan aktivitas masyarakat seperti Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang, dan Pasar Kampar. Lokasi tersebut kerap dipadati kendaraan, khususnya saat akhir pekan dan menjelang hari besar.

Sementara itu, pada jalur lintas timur Pekanbaru menuju Jambi yang melintasi wilayah Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu hingga Indragiri Hilir, sejumlah titik rawan juga telah dipetakan. Beberapa di antaranya berada di KM 27 Desa Simpang Beringin, KM 44 Desa Kiyap Jaya, KM 68–69 Pangkalan Kerinci, KM 82 Desa Kemang, serta KM 120 Desa Pesaguan.

Titik lain yang perlu mendapat perhatian pengendara berada di Jalan Lintas Timur KM 17 Desa Redang Seko, Kabupaten Indragiri Hulu, serta KM 278 Dusun Masad, Desa Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir.

Untuk jalur lintas tengah Pekanbaru menuju Kuantan Singingi hingga Sumatera Barat, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Pasar Benai, Kecamatan Benai, serta KM 195 Jalan Pasar Lubuk Jambi. Selain itu, terdapat titik rawan kecelakaan di KM 131 Muara Lembu, Kecamatan Singingi.

Sedangkan pada jalur Pekanbaru menuju Sumatera Utara melalui Kabupaten Rokan Hilir, potensi kemacetan diperkirakan terjadi di kawasan Pajak Lama Bagan Batu, jalan rusak di KM 18 Balam, jalan rusak di KM 6 Balam, serta kawasan Pasar Tumpah Ujung Tanjung.

Di jalur tersebut juga terdapat beberapa titik rawan kecelakaan lalu lintas, antara lain di KM 31 Kecamatan Balai Jaya, KM 21 Balam Desa Bangko Sempurna, KM 6 Balam Desa Bangko Permata, serta Simpang Batang Desa Rantau Bais Kecamatan Tanah Putih.

Sebagai langkah antisipasi, Ditlantas Polda Riau telah menyiapkan sejumlah strategi pengamanan. Upaya tersebut meliputi peningkatan patroli di titik rawan, pemasangan rambu serta spanduk imbauan keselamatan, hingga penyiapan jalur alternatif untuk mengurai potensi kemacetan.

Selain itu, sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) juga akan didirikan di jalur strategis guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pos tersebut juga dapat dimanfaatkan pengendara sebagai tempat beristirahat apabila mengalami kelelahan selama perjalanan.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan selamat hingga sampai ke kampung halaman. Pos pelayanan juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat apabila pengendara merasa lelah,” ujarnya.

Ditlantas Polda Riau juga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan mudik dengan baik. Pengendara diminta memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan dengan memeriksa kondisi ban, sistem pengereman, lampu kendaraan, serta memastikan bahan bakar mencukupi.

Selain itu, pengendara diingatkan untuk membawa kelengkapan dokumen seperti SIM dan STNK, serta memastikan identitas diri dan dokumen kendaraan lengkap selama perjalanan.

Bagi pengendara mobil, disarankan menyiapkan perlengkapan keselamatan tambahan seperti kotak P3K dan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi jika terjadi keadaan darurat di perjalanan.

Jeki juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berkendara ketika kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk.

“Jika merasa mengantuk atau lelah, sebaiknya beristirahat di pos yang telah disediakan. Keselamatan adalah hal utama dalam perjalanan mudik,” katanya.

Selain pengamanan di jalur luar kota, Ditlantas Polda Riau juga melakukan pemantauan di dalam Kota Pekanbaru. Untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan selama libur Lebaran, polisi mendirikan dua Pos Pantau.

Pos tersebut berada di Simpang Tabek Gadang Panam untuk memantau arus kendaraan menuju arah Sumatera Barat dan di Simpang Mal SKA guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat yang berkunjung ke pusat perbelanjaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik sehingga perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan lancar bersama keluarga di kampung halaman.(DI)

 

TERKAIT