Bupati Siak Afni Zulkifli Serap Aspirasi Mahasiswa Saat Buka Puasa Bersama di Pekanbaru
PEKANBARU— Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri kegiatan buka puasa bersama sekaligus berdialog dengan mahasiswa asal Kabupaten Siak yang tengah menempuh pendidikan di Pekanbaru. Kegiatan tersebut berlangsung di Mess Mahasiswa Siak Pekanbaru, Minggu(08/03).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dan mahasiswa. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi untuk menyampaikan berbagai aspirasi serta pandangan terkait kondisi daerah dan kebutuhan mahasiswa selama menjalani pendidikan di ibu kota Provinsi Riau.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah persoalan yang mereka hadapi. Salah satu isu yang mencuat adalah keterlambatan penyaluran beasiswa daerah yang selama ini menjadi salah satu penunjang utama bagi mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan pendidikan.
Menanggapi hal itu, Afni menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak saat ini menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan anggaran daerah. Menurut dia, pemerintah harus melakukan penyesuaian dan menentukan skala prioritas dalam penggunaan anggaran, terutama untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Kami memahami kondisi yang dihadapi oleh adik-adik mahasiswa, terutama terkait beasiswa. Namun saat ini pemerintah daerah juga menghadapi keterbatasan anggaran sehingga beberapa program harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Afni dalam dialog tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya agar program beasiswa bagi mahasiswa asal Kabupaten Siak dapat terus berjalan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.
“Pemerintah daerah tetap berkomitmen mencari solusi agar program beasiswa ini bisa terus berjalan, karena kami menyadari pendidikan adalah investasi penting untuk mencetak generasi yang akan membangun Kabupaten Siak ke depan,” ujarnya.
Afni juga menegaskan pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai aspirasi, kritik, maupun gagasan yang disampaikan mahasiswa. Ia menyebut dialog seperti ini penting untuk membangun pemahaman bersama antara pemerintah dan kalangan akademik.
“Kami sangat terbuka untuk berdialog dengan mahasiswa. Silakan sampaikan ide, kritik, maupun masukan secara baik. Pemerintah daerah juga siap memberikan data dan informasi agar persoalan yang ada bisa dipahami secara bersama,” katanya.
Selain membahas persoalan beasiswa, pertemuan tersebut juga menyoroti pengelolaan Mess Mahasiswa Siak di Pekanbaru yang merupakan fasilitas yang disediakan pemerintah daerah bagi mahasiswa asal Kabupaten Siak.
Ketua RT 05 di lingkungan mess mahasiswa tersebut, Zainal, menyampaikan harapannya agar keberadaan mahasiswa di lingkungan tersebut dapat membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar. Ia menilai pentingnya adanya aturan yang jelas bagi mahasiswa yang tinggal di mess, serta perlunya komunikasi yang baik antara mahasiswa dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang tertib dan saling menghormati.
“Kami bersyukur bisa berkumpul dan berdiskusi bersama. Harapan kami mahasiswa yang tinggal di sini dapat saling mengenal, menjaga ketertiban, serta menghormati lingkungan sekitar. Jika ada aturan yang disepakati bersama tentu akan memudahkan kita semua dalam menjaga kenyamanan lingkungan,” ujar Zainal.
Ia juga mengusulkan agar pengelolaan mess mahasiswa dapat ditata lebih baik. Menurut dia, diperlukan kesepakatan bersama terkait aturan tinggal di lingkungan tersebut. Selain itu, ia berharap mahasiswa dapat berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan sekitar sehingga hubungan antara mahasiswa dan masyarakat dapat terjalin dengan baik.
Menanggapi hal tersebut, Afni berharap Mess Mahasiswa Siak tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang diskusi, kolaborasi, serta pengembangan berbagai kegiatan positif bagi mahasiswa.
“Mess mahasiswa ini merupakan aset daerah yang disediakan untuk mendukung adik-adik dalam menempuh pendidikan. Kami berharap tempat ini dapat dimanfaatkan dengan baik, tidak hanya sebagai tempat tinggal tetapi juga menjadi ruang diskusi dan kolaborasi bagi mahasiswa,” kata Afni.
Dalam diskusi itu juga muncul sejumlah gagasan untuk meningkatkan pengelolaan mess mahasiswa, termasuk penerapan aturan bersama serta penguatan sistem pengawasan guna menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
Di akhir pertemuan, Afni berharap komunikasi antara pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga berbagai persoalan dapat dibahas bersama dan melahirkan solusi yang bermanfaat bagi semua pihak.
“Mahasiswa adalah generasi penerus daerah. Kami berharap adik-adik dapat terus belajar dengan baik, menjaga nama baik Kabupaten Siak, dan kelak kembali untuk berkontribusi membangun daerah,” ujarnya.(Inf)










Tulis Komentar