3.200 Warga Siak Segera Nikmati Akses Baru, Jembatan Garuda Mulai Dibangun
SIAK– Pembangunan Jembatan Garuda di Sungai Seminai, Desa Sungai Seminai, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, resmi dimulai. Proyek infrastruktur ini digadang-gadang menjadi solusi atas keterisolasian akses warga antara Desa Sungai Seminai dan Dusun Kolim.
Komandan Kodim 0322/Siak, Letkol Czi Andy Kurniawan, S.Hub.Int., mengatakan hingga Ahad, 29 Maret 2026, progres fisik pembangunan baru mencapai 0,1 persen. Meski masih tahap awal, pekerjaan dasar dinilai berjalan sesuai rencana.
“Pekerjaan sudah dimulai dengan pembersihan lahan yang telah mencapai 100 persen. Mobilisasi material juga mulai berjalan,” kata Andy dalam keterangan tertulis.
Selama ini, akses penghubung antarwilayah tersebut sangat terbatas. Warga kerap menghadapi kendala saat melintasi Sungai Seminai, terutama ketika debit air meningkat atau cuaca buruk melanda kawasan itu.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Babinsa Koramil 01/Siak, Serka Samsul Bahuri, pembangunan jembatan ini akan melayani sedikitnya 3.200 jiwa atau sekitar 1.360 kepala keluarga. Jumlah itu mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur penghubung yang layak.
Andy menilai, kehadiran jembatan permanen akan membawa dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian yang selama ini terhambat diharapkan menjadi lebih lancar.
“Jembatan ini tidak hanya mempermudah mobilitas orang, tetapi juga mempercepat arus barang dan hasil kebun masyarakat,” ujarnya.
Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada land clearing atau pembersihan area proyek. Tahapan ini menjadi krusial sebagai fondasi sebelum memasuki pembangunan struktur utama jembatan.
Selain itu, mobilisasi material mulai dilakukan secara bertahap. Sejumlah bahan konstruksi dasar telah disiapkan untuk mendukung percepatan pekerjaan pada tahap berikutnya.
Pelaksanaan proyek ini turut melibatkan unsur TNI dan masyarakat setempat. Sebanyak satu personel TNI bersama empat warga dilibatkan dalam pekerjaan awal sebagai bentuk kolaborasi di lapangan.
Menurut Andy, kehadiran Babinsa dalam proyek ini merupakan bagian dari peran TNI dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah binaan, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat.
Selama proses pengerjaan berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Situasi tersebut membantu kelancaran pekerjaan tanpa hambatan berarti di lapangan.
“Tidak ada kendala signifikan sejauh ini. Situasi di lokasi juga aman dan terkendali,” kata dia.
Ke depan, pembangunan Jembatan Garuda diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus meningkatkan konektivitas antarpermukiman. Infrastruktur ini juga diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi baru di Kecamatan Kerinci Kanan dan sekitarnya.(DI)










Tulis Komentar