Ikan Mati Massal di Sungai Tapung Kampar, Polisi dan DLH Selidiki Penyebabnya

KAMPAR— Kepolisian Sektor Tapung Hilir merespons cepat laporan warga terkait temuan ikan mati massal di Sungai Tapung, Desa Sekijang, Kecamatan Tapung Hilir. Laporan tersebut diterima pada Selasa(31/03), sekitar pukul 17.00 WIB.

Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar, serta aktivis lingkungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan. Penelusuran dilakukan menggunakan perahu menyusuri aliran Sungai Tapung.

Kapolsek Tapung Hilir AKP Khairil bersama Kanit Intelkam Aipda Ardian dan anggota bekerja sama dengan tim DLH yang dipimpin Kepala Bidang Penataan Lingkungan Hidup, Erinaldi. Turut hadir perwakilan organisasi lingkungan dan warga setempat.

“Laporan masyarakat langsung kami tindak lanjuti. Sungai ini merupakan sumber kehidupan warga, sehingga perlu dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebabnya,” ujar Khairil, Kamis(02/04).

Penyelidikan difokuskan pada pengambilan sampel air di tiga anak sungai yang bermuara ke Sungai Tapung, yakni Sungai Kompe, Sungai Banau, dan Sungai Doliek. Sampel tersebut akan diuji untuk mengetahui kualitas air dan kemungkinan adanya pencemaran.

Hasil pemeriksaan awal di lapangan menunjukkan suhu dan tingkat kekeruhan air masih dalam kondisi normal. Kadar oksigen terlarut (DO) tercatat sekitar 3 mg/L, yang dinilai masih dalam batas wajar. Namun, hasil uji kandungan zat kimia lainnya masih menunggu analisis laboratorium.

Meski beberapa parameter terpantau normal, tim menemukan banyak ikan mati dan mulai membusuk di sepanjang aliran sungai. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran karena Sungai Tapung selama ini menjadi sumber air untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, dan aktivitas ekonomi warga.

“Kami masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya. Ini penting agar langkah penanganan yang tepat bisa segera dilakukan,” kata Erinaldi.

Proses penyelidikan berlangsung aman dan lancar. Pemerintah daerah bersama aparat terkait berkomitmen menindaklanjuti temuan tersebut guna menjaga kelestarian lingkungan serta melindungi kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Tapung.(DW)

 

TERKAIT