Kebakaran Lahan di Riau Hari Ini, Manggala Agni Intensifkan Operasi di Tiga Wilayah

SIAK — Di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali muncul di Provinsi Riau, tim pemadam dari Manggala Agni bergerak cepat. Sejak pagi, puluhan personel disebar ke sejumlah titik rawan, berupaya menahan api agar tak meluas di kawasan gambut yang mudah terbakar, Jumat(03/04). 

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi hari ini difokuskan pada lokasi yang masih terpantau aktif terbakar. Salah satu titik utama berada di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, yang berstatus hutan produksi terbatas (HPT).

“Sebanyak 39 personel Manggala Agni dikerahkan di lokasi tersebut,” ujar Ferdian.

Kekuatan itu terdiri atas dua tim dari Daops Sumatera V/Dumai, serta masing-masing satu tim bantuan operasi (BKO) dari Daops Sarolangun dan Daops Musi Banyuasin (Muba). Mereka bekerja dengan metode pemadaman darat, termasuk pembuatan sekat bakar dan pendinginan area.

Selain di Rupat Utara, pemadaman lanjutan juga dilakukan di wilayah Pulau Bengkalis. Tim dari Daops Sumatera VI Siak diturunkan di Kecamatan Bantan dengan kekuatan satu regu.

Sementara itu, satu regu dari Daops Sumatera VII Rengat melakukan operasi serupa di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.

Ferdian menyebutkan, masih ada dua lokasi tambahan yang tengah dipersiapkan untuk operasi pemadaman berikutnya. Namun, ia belum merinci lokasi tersebut.

Upaya penanganan karhutla juga didukung operasi udara. Tim Satuan Tugas Udara dijadwalkan melakukan pengeboman air (water bombing) pada pagi hari dengan sasaran wilayah Titi Akar.

“Sortie pagi ini difokuskan ke Titi Akar untuk mempercepat penanganan,” kata Ferdian.

Adapun untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga kini belum dapat dilaksanakan. Menurut Ferdian, tim masih menunggu kondisi awan yang memenuhi syarat untuk penyemaian.

“OMC hari ini masih menunggu awan potensial. Perkembangannya akan kami informasikan,” ujarnya.

Operasi terpadu darat dan udara ini diharapkan mampu menekan penyebaran api, terutama di kawasan gambut yang dikenal sulit dipadamkan dan berisiko menimbulkan kabut asap lintas wilayah.(DI)

 

TERKAIT