Karhutla Pelalawan Berhasil Dipadamkan, 160 Personel Dikerahkan
PELALAWAN — Tim gabungan dari Polda Riau bersama unsur Kodam Tuanku Tambusai, pemerintah daerah, dan perusahaan kembali berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Sabtu(04/04).
Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif di Desa Gambut Mutiara setelah ditemukan titik api yang tidak terpantau dalam aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK). Temuan tersebut mendorong respons cepat dari tim di lapangan untuk mencegah kebakaran meluas.
Kepala Biro Operasi Polda Riau, Komisaris Besar Ino Harianto, yang turun langsung ke lokasi, menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berbasis kolaborasi lintas sektor. Ia mengatakan tim tidak hanya mengandalkan sistem pemantauan digital, tetapi juga patroli darat dan koordinasi antarlembaga.
“Kami tidak hanya bergantung pada sistem monitoring, tetapi juga mengedepankan patroli darat dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Begitu ditemukan titik api di Desa Gambut Mutiara, tim langsung bergerak melakukan pemadaman dan pendinginan,” ujar Ino.
Ia menjelaskan kebakaran terjadi di lahan gambut seluas sekitar 10 hektare yang didominasi semak belukar kering dan mudah terbakar. Kondisi cuaca panas, angin kencang, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala utama dalam proses pemadaman.
“Medan yang jauh dan sulit dijangkau, ditambah kontur gambut yang kering, membuat penanganan harus dilakukan dengan strategi khusus. Namun berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan dan saat ini hanya tersisa titik-titik asap,” katanya.
Ino menambahkan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda Riau dalam menjaga stabilitas lingkungan dan mencegah meluasnya karhutla, khususnya di wilayah rawan gambut.
Kegiatan ini juga dihadiri Komandan Satuan Brimob Polda Riau Komisaris Besar I Ketut Gede Adi Wibawa serta Asisten Operasi Kodam XIX/Tuanku Tambusai Kolonel Infanteri Rendra Dwi Ardhani. Kehadiran lintas unsur tersebut menunjukkan penanganan karhutla dilakukan secara kolaboratif.
Bupati Pelalawan Zukri yang turut hadir mengapresiasi langkah cepat dan sinergi tim gabungan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran.
“Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Polda Riau dan seluruh tim gabungan. Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus bersama-sama, termasuk melibatkan masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.
Menurut Zukri, upaya pencegahan perlu terus diperkuat, terutama di wilayah rawan seperti Teluk Meranti yang memiliki karakteristik lahan gambut mudah terbakar.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Pelalawan Ajun Komisaris Besar John Louis Letedara menyampaikan proses pendinginan masih berlangsung untuk memastikan tidak ada potensi api kembali menyala.
“Kondisi saat ini api sudah padam, namun masih terdapat asap di beberapa titik, sehingga pendinginan terus kami lakukan. Untuk pelaku masih dalam proses penyelidikan,” kata John.
Ia menambahkan, sebanyak 160 personel gabungan dikerahkan dalam operasi ini, terdiri dari unsur Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta Masyarakat Peduli Api.
Koordinasi lintas sektor, kata dia, akan terus diperkuat guna memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini.(Roz)










Tulis Komentar