Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jaringan Internasional, 287 Ribu Jiwa Terselamatkan
BENGKALIS — Jajaran Kepolisian Resor Bengkalis kembali menunjukkan langkah tegas dalam memerangi peredaran narkotika. Pada Rabu, 8 April 2026, aparat memusnahkan barang bukti narkotika jaringan internasional dengan nilai mencapai puluhan miliar rupiah.
Pemusnahan digelar di Ruang Tantya Sudhirajati Markas Polres Bengkalis, Jalan Pertanian, Desa Senggoro. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Polres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bengkalis, termasuk perwakilan pemerintah daerah, TNI, kejaksaan, pengadilan, serta Bea Cukai.
Kapolres Bengkalis menyatakan barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus narkotika jaringan internasional. Ia menegaskan hal ini menjadi bukti komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkoba.
“Ini komitmen kami untuk terus memerangi narkotika dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” kata Fahrian dalam keterangannya.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu seberat 48.812,84 gram, pil ekstasi sebanyak 39.582 butir, serta etomidate sebanyak 347 bungkus.
Dari jumlah tersebut, kepolisian memperkirakan total nilai kerugian yang berhasil dicegah mencapai Rp64,5 miliar. Sementara itu, potensi jiwa yang diselamatkan diperkirakan sebanyak 287.117 orang.
Rinciannya, sabu diperkirakan menyelamatkan 244.065 jiwa, ekstasi 39.582 jiwa, dan etomidate sebanyak 3.470 jiwa.
Pemusnahan dilakukan sesuai prosedur hukum dan disaksikan para pejabat terkait sebagai bentuk transparansi serta akuntabilitas penegakan hukum.
Fahrian menambahkan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama jajaran kepolisian dengan berbagai pihak, termasuk dukungan masyarakat.
Ia berharap pengungkapan kasus ini dapat memberikan efek jera bagi para pelaku sekaligus mempersempit ruang gerak jaringan narkotika internasional, khususnya di wilayah Kabupaten Bengkalis.
“Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Ini membutuhkan peran semua pihak,” ujarnya.(Adi).










Tulis Komentar