Pembangunan Pasar Induk Tembilahan 2026, Pemkab Inhil Siapkan TPS untuk 600 Pedagang

INHIL— Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi ratusan pedagang Pasar Yos Sudarso. Langkah ini menjadi bagian awal dari rencana pembangunan Pasar Induk Tembilahan yang dijadwalkan berlangsung pada 2026.

Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, mengatakan revitalisasi total pasar perlu segera dilakukan mengingat kondisi bangunan yang dinilai tidak lagi layak serta kurang mendukung kenyamanan aktivitas perdagangan.

“Mari kita bersama-sama menyukseskan peningkatan ekonomi masyarakat Indragiri Hilir yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Salah satunya melalui pembangunan pasar induk di Jalan Yos Sudarso Tembilahan tahun 2026 ini,” ujar Herman.

Ia menegaskan, seluruh perangkat daerah terkait harus bergerak cepat memastikan kesiapan TPS sebelum pembangunan fisik dimulai. “Kita pastikan melalui dinas terkait, TPS sudah siap sebelum pekerjaan pembangunan dilaksanakan,” katanya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagin) Kabupaten Indragiri Hilir tengah merampungkan proses administrasi penetapan lokasi TPS sebagai dasar relokasi pedagang.

Kepala Diskopdagin Inhil, Dr. Trio Beni, menyebutkan bahwa Surat Keputusan (SK) Bupati terkait lokasi TPS ditargetkan selesai pada awal April 2026. “Saat ini administrasi sedang dipersiapkan. Setelah SK terbit, pembangunan sarana dan prasarana pendukung akan segera dilaksanakan,” ujarnya, Sabtu(28/0).

Sekitar 600 pedagang akan direlokasi secara bertahap dengan sistem zonasi berdasarkan jenis dagangan. Menurut Trio, langkah ini penting untuk menjaga keteraturan dan kenyamanan selama masa transisi.

Ia menilai percepatan relokasi menjadi faktor krusial agar proyek pembangunan tidak mengalami hambatan di lapangan. “Kondisi pasar saat ini sudah jauh dari kata layak. Dengan pasar baru yang lebih representatif, diharapkan aktivitas perdagangan lebih lancar dan lingkungan kota menjadi lebih tertata,” kata dia.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) memastikan tahapan pembangunan fisik berjalan sesuai jadwal. Kepala Dinas PUPRPKP Inhil, Yusnaldi, mengatakan proyek saat ini masih berada pada tahap perencanaan desain.

“Perencanaan masih di tahap desain. Kami menargetkan seluruh proses, termasuk lelang dengan pagu anggaran Rp20,9 miliar, selesai paling lambat Mei 2026,” ujarnya.

Ia optimistis pembangunan fisik Pasar Induk Tembilahan dapat dimulai pada Juni 2026 apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah daerah berharap sinergi lintas organisasi perangkat daerah mampu mempercepat realisasi proyek tersebut. Pembangunan Pasar Induk Tembilahan diharapkan tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan memperkuat perekonomian masyarakat Indragiri Hilir.(Adv)

 

TERKAIT