Penggerebekan Narkoba di Rupat: 4 Pria Ditangkap, Polisi Sita Sabu 1,13 Gram
BENGKALIS — Aparat Kepolisian Sektor Rupat mengamankan empat pria dalam penggerebekan sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika di Desa Pangkalan Nyirih, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Kamis (16/4/2026) dini hari.
Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 00.15 WIB di sebuah rumah di Jalan Pelajar, Gang Sungai Tepang. Dalam operasi tersebut, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga terkait aktivitas narkoba, antara lain paket sabu siap edar, alat hisap, serta telepon genggam yang diduga digunakan untuk transaksi.
Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar melalui Kapolsek Rupat AKP Faisal membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut, keempat pria yang diamankan masing-masing berinisial A (35), AS (27), AG (41), dan M (26).
“Petugas mengamankan empat orang laki-laki yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkotika,” kata Faisal dalam keterangan tertulis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka A diduga berperan sebagai pengedar, sementara tiga lainnya diduga sebagai pengguna. Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkoba di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, tim operasional Polsek Rupat melakukan penyelidikan sebelum akhirnya melakukan penggerebekan saat para terduga pelaku berada di lokasi.
Dalam penggeledahan, polisi menyita enam paket kecil yang diduga berisi sabu dengan berat kotor total 1,13 gram, dua unit telepon genggam, bong atau alat hisap, kaca pirek, serta beberapa mancis.
Menurut Faisal, tersangka A mengakui barang tersebut miliknya. Ia juga menyebut sabu itu diperoleh dari seseorang berinisial D yang saat ini masih dalam pencarian.
Keempat tersangka kemudian dibawa ke Mapolsek Rupat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes urine menunjukkan seluruhnya positif mengandung methamphetamine.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi menyatakan masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan yang lebih luas.
“Tim masih memburu pemasok utama berinisial D serta kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” ujar Faisal.(Adi)










Tulis Komentar