Desa Jangkang Bengkalis Resmi Jadi Kampung Tangguh Anti Narkoba

BENGKALIS — Upaya memerangi peredaran narkoba di Kabupaten Bengkalis terus diperkuat. Desa Jangkang resmi ditetapkan sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba, sebagai langkah strategis membangun pertahanan masyarakat dari ancaman narkotika hingga ke tingkat desa.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Kampung Tangguh Anti Narkoba Desa Jangkang, Kecamatan Bantan, oleh Kepala Kepolisian Daerah Riau Inspektur Jenderal Polisi Herry Heryawan di Markas Polda Riau, Kamis(16/04).

Penetapan tersebut dinilai bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama untuk menutup ruang gerak jaringan narkoba hingga ke akar rumput. Desa Jangkang diposisikan sebagai kawasan percontohan yang diharapkan mampu menginspirasi desa lain di Kabupaten Bengkalis.

Kepala Kepolisian Resor Bengkalis Ajun Komisaris Besar Polisi Fahrian Saleh Siregar mengatakan perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat.

“Pembentukan Kampung Bebas Narkoba ini bukan hanya seremoni, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” ujar Fahrian.

Menurut dia, ancaman narkotika tidak cukup dilawan melalui penegakan hukum semata. Diperlukan langkah preventif melalui edukasi, pengawasan lingkungan, pembinaan generasi muda, serta penguatan peran keluarga sebagai benteng pertama pencegahan.

Polres Bengkalis, kata Fahrian, memastikan dukungan penuh terhadap program pemberantasan narkoba, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika.

Selain itu, sinergi lintas sektor juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda didorong berperan aktif menjaga wilayah masing-masing agar tetap bersih dari narkoba.

Fahrian menilai, keberhasilan Desa Jangkang mempertahankan status sebagai Kampung Tangguh Anti Narkoba akan menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba dapat dimulai dari desa dan dimenangkan melalui kebersamaan.

“Dengan komitmen berkelanjutan, Desa Jangkang diharapkan tidak hanya menjadi simbol perlawanan terhadap narkoba, tetapi juga melahirkan gerakan kolektif menuju Bengkalis yang aman, sehat, dan bebas narkotika,” kata dia.(Adi)

 

TERKAIT