Kurangi Limbah, Mahasiswa KKN ITB Indragiri Ciptakan Paving Block dari Sampah Plastik

INHU— Permasalahan limbah plastik hingga kini masih menjadi tantangan serius bagi lingkungan. Sifat plastik yang sulit terurai secara alami membuatnya berpotensi mencemari tanah dan air apabila tidak dikelola secara tepat.

Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tahun 2026 dari ITB Indragiri menghadirkan inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk bernilai guna.

Facebook_creation_B268DE4F-51ED-44BD-85D8-2ABC1EAEA4DE.jpeg

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa(10/03), di Bank Sampah Sumber Sari, Kelurahan Air Molek 1. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melakukan serangkaian percobaan untuk menghasilkan paving block berbahan dasar limbah plastik.

Inovasi tersebut berbeda dari metode konvensional yang menggunakan semen sebagai bahan pengikat. Dalam program ini, mahasiswa memanfaatkan campuran plastik dan pasir sebagai komponen utama pembentuk paving block.

Ketua kelompok pos Air Molek I,  Ahmad Salam, mengatakan program ini dirancang tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi,” ujarnya.

Proses pembuatan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah plastik berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, plastik dilelehkan menggunakan suhu tertentu sebelum dicampurkan dengan pasir hingga menghasilkan adonan yang homogen.

Adonan panas tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan, dipadatkan, dan didinginkan hingga mengeras sempurna. Dari proses ini, dihasilkan tiga sampel paving block dengan komposisi bahan yang berbeda.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa satu sampel mendekati standar SNI 03-0691-1996 untuk mutu C, yang umumnya digunakan pada jalur pejalan kaki. Sampel tersebut memiliki komposisi 20 persen plastik dan 80 persen pasir.

Jenis plastik yang digunakan adalah OPP (Oriented Polypropylene) dan LDPE (Low Density Polyethylene) yang berasal dari kemasan rumah tangga. Komposisi ini menghasilkan kuat tekan sebesar 123,260 kg/cm², tertinggi dibandingkan sampel lainnya.

Facebook_creation_A11C999F-A8C7-4095-848F-B2B70C84BDE1.jpeg

Ahmad Salam menjelaskan bahwa kandungan pasir yang lebih dominan berperan penting dalam meningkatkan kekuatan struktur. “Sementara plastik tetap berfungsi sebagai bahan pengikat, tetapi tidak mendominasi komposisi agar kualitas tetap terjaga,” katanya.

Meski menunjukkan hasil yang cukup baik, program ini masih dalam tahap pengembangan awal. Mahasiswa KKN-T ITB Indragiri berkomitmen untuk terus menyempurnakan teknik produksi dan komposisi bahan agar menghasilkan produk yang lebih optimal.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pengelola Bank Sampah Sumber Sari, Jimi dan Zumrowi. Mereka menilai inovasi tersebut memberikan wawasan baru mengenai potensi ekonomi dari pengolahan sampah plastik.

Ke depan, mahasiswa berharap inovasi ini dapat diterapkan secara lebih luas di masyarakat. Dengan demikian, pengelolaan limbah plastik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi.

 

TERKAIT