Bengkalis di Jalur Strategis Selat Malaka, Pangdam XIX/TT Soroti Kesiapsiagaan
BENGKALIS — Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP, menghadiri kegiatan ramah tamah bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Wisma Sri Mahkota, Senggoro, Senin (27/4/2026) malam.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Hadir dalam acara tersebut unsur TNI, Polri, serta pemerintah daerah. Turut mendampingi Pangdam, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Bupati Bengkalis Kasmarni, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bengkalis Kasmarni menekankan pentingnya menjaga kebersamaan lintas sektor. Ia menyebut sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendorong stabilitas sekaligus percepatan pembangunan di daerah.
Sementara itu, Pangdam XIX/TT Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menegaskan posisi strategis Kabupaten Bengkalis yang berada di jalur Selat Malaka, salah satu lintasan vital perdagangan dan mobilitas internasional. Menurut dia, kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan tinggi di tengah dinamika global yang terus berkembang.
Ia menilai komunikasi dan koordinasi yang erat antarinstansi menjadi kunci dalam merumuskan konsep pembangunan yang selaras dengan kepentingan pertahanan wilayah. Sinergi tersebut, kata dia, harus diwujudkan melalui langkah nyata guna menjaga stabilitas serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dan adaptif terhadap berbagai tantangan.
Selain itu, Pangdam juga mengingatkan pentingnya langkah antisipatif terhadap potensi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya tersebut, menurutnya, perlu dilakukan melalui pencegahan dini, kolaborasi lintas sektor, serta peningkatan kesiapsiagaan seluruh elemen di wilayah.
Rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, sambutan, penyerahan cinderamata, hingga hiburan. Suasana akrab yang terjalin mencerminkan komitmen bersama antara TNI dan pemerintah daerah dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta mendorong percepatan pembangunan di daerah. (DI).










Tulis Komentar