Hadapi Gempuran AI, Tanoto Foundation Perkuat Kapasitas Jurnalis di Pekanbaru

PEKANBARU—Di tengah derasnya arus informasi digital yang kian sulit dibendung, puluhan jurnalis di Riau berkumpul di Novotel Pekanbaru, Rabu(29/04). Mereka tak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi diajak mengasah ulang naluri dasar jurnalistik: meragukan, memverifikasi, lalu menyajikan fakta.

Kegiatan bertajuk Journalist Capacity Building yang digelar Tanoto Foundation ini menjadi respons atas tantangan baru di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan banjir informasi digital. Di ruang pelatihan, isu disinformasi hingga etika pemberitaan menjadi pokok bahasan yang tak terelakkan.

Regional Lead Sumatera Tanoto Foundation, Dandi Satria Buana, menegaskan peran jurnalis kini semakin krusial. Bukan hanya sebagai penyampai kabar, tetapi juga sebagai penyaring yang memastikan informasi tetap akurat dan dapat dipercaya.

“Jurnalis tidak sekadar menulis. Mereka memastikan fakta tetap tajam, relevan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Dandi saat membuka kegiatan.

Menurut dia, kemudahan akses informasi melalui perangkat digital justru menghadirkan persoalan baru. Informasi yang melimpah tak selalu sejalan dengan kebenaran. Perbedaan sudut pandang yang tak terkelola dengan baik, kata dia, berpotensi memicu kegelisahan publik.

Ia mengingatkan, kemajuan teknologi dan AI memang mempermudah proses produksi berita, tetapi sekaligus membuka ruang luas bagi penyebaran disinformasi. “Di sinilah jurnalis dituntut lebih waspada dan kritis,” katanya.

Pelatihan ini juga menghadirkan Yefrizal yang membahas lanskap jurnalisme di era digital dan AI. Dalam paparannya, ia menyoroti perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat, namun kerap dangkal dalam verifikasi.

Sementara itu, Wahyudi El Panggabean mengupas pentingnya etika jurnalistik dan teknik verifikasi informasi. Ia menekankan bahwa kecepatan tak boleh mengorbankan akurasi—sebuah prinsip lama yang justru semakin relevan di era digital.

Melalui kegiatan ini, Tanoto Foundation berharap jurnalis di Riau tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga tetap teguh pada prinsip dasar jurnalistik: akurat, berimbang, dan independen. Di tengah riuhnya informasi, publik masih membutuhkan satu hal yang tak tergantikankepercayaan.(DI).

 

TERKAIT