BNN Dumai Ungkap 80 Pengguna Narkoba di Bengkalis Direhabilitasi Gratis, Ini Rinciannya

BENGKALIS — Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Dumai, AKBP Sasli Rais, menyatakan pelaksanaan Tim Asesmen Terpadu (TAT) di wilayah Polres Bengkalis dan jajaran terus berjalan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari penanganan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan rehabilitasi.

“Benar, terdapat 80 klien yang telah menjalani asesmen TAT dengan berbagai rekomendasi, mulai dari rawat jalan, rawat inap, hingga proses lanjutan,” kata Sasli saat dikonfirmasi, Senin (4/5/2026).

Ia merinci, di Polres Bengkalis terdapat 19 klien rawat jalan, 4 klien rawat inap, dan 2 klien dalam proses lanjutan. Di Polsek Mandau tercatat 14 klien rawat jalan dan 3 klien proses lanjutan.

Sementara itu, Polsek Pinggir mencatat 10 klien rawat jalan, 15 klien rawat inap, serta 2 klien proses lanjutan. Di Polsek Rupat terdapat 2 klien rawat jalan dan 3 klien rawat inap.

Adapun di Polsek Bukit Batu terdapat 3 klien rawat inap dan 1 klien proses lanjutan. Sedangkan Polsek Siak Kecil mencatat 2 klien rawat inap.

Sasli menegaskan, biaya rehabilitasi bagi klien hasil asesmen TAT di fasilitas milik pemerintah ditanggung sepenuhnya oleh negara.

“Untuk pelaksanaan rehabilitasi hasil TAT di fasilitas milik BNN tidak dipungut biaya atau gratis,” ujarnya.

Meski demikian, ia menjelaskan biaya pengantaran klien menuju balai atau loka rehabilitasi menjadi tanggung jawab penyidik masing-masing. Sementara bagi pasien yang menjalani rehabilitasi mandiri, biaya pengantaran ditanggung oleh pihak keluarga.

Sejumlah fasilitas rehabilitasi yang direkomendasikan antara lain RSJ Tampan Pekanbaru, Loka Rehabilitasi BNN Batam, Loka Rehabilitasi BNN Deli Serdang, serta Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido di Bogor.

Untuk data rehabilitasi mandiri, pada 2025 tercatat dua orang dari Bengkalis menjalani rehabilitasi mandiri. Sementara pada 2026 hingga saat ini baru satu orang yang menjalani rehabilitasi mandiri di luar mekanisme TAT.

Sasli berharap pendekatan rehabilitasi ini dapat membantu para penyalahguna narkotika pulih dan kembali ke masyarakat, sekaligus menekan angka peredaran gelap narkoba di wilayah Bengkalis dan sekitarnya.(Adi)

 

TERKAIT