Strategi APBD 2025, Wali Kota Pekanbaru Tekankan Perencanaan Terukur dan Efisiensi
PEKANBARU — Wali Kota Agung Nugroho memaparkan sejumlah strategi untuk mengoptimalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pekanbaru tahun 2025. Hal ini disampaikan dalam rapat bersama seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (4/5/2026).
Rapat tersebut digelar bertepatan dengan kunjungan kerja Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Forum ini dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi terkait pengelolaan keuangan daerah.
“Pemerintah kota menitikberatkan pada perencanaan yang terukur dalam optimalisasi APBD,” kata Agung dalam arahannya.
Ia menegaskan, setiap program yang dirancang harus memiliki indikator kinerja yang jelas. Dengan demikian, realisasi anggaran dapat dievaluasi secara berkala dan tepat sasaran.
Selain itu, Agung juga menyoroti pentingnya penyelesaian beban masa lalu yang masih membebani keuangan daerah. “Kita harus menyelesaikan kewajiban yang tertunda agar tidak mengganggu ruang fiskal ke depan,” ujarnya.
Menurut dia, optimalisasi APBD tidak hanya berfokus pada belanja, tetapi juga peningkatan pendapatan daerah. Pemerintah kota, kata dia, akan mendorong OPD untuk menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.
“Peningkatan PAD harus dilakukan tanpa membebani masyarakat, tetapi melalui inovasi dan pemanfaatan potensi yang ada,” kata Agung.
Ia juga mengingatkan seluruh OPD untuk menerapkan efisiensi anggaran. Belanja daerah, kata dia, harus difokuskan pada program yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik.
Melalui strategi tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru optimistis dapat meningkatkan kinerja APBD pada tahun 2025 serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.(DI)










Tulis Komentar