Israel Gempur Lebanon Selatan, 10 Tewas Saat Gencatan Senjata Diperpanjang
BEIRUT — Serangan Israel di wilayah Lebanon selatan dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang, termasuk anak-anak, di tengah perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari pada Jumat, 15 Mei 2026 waktu setempat. Keputusan itu diumumkan setelah berakhirnya putaran ketiga pembicaraan langsung antara kedua pihak.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengatakan putaran keempat perundingan dijadwalkan berlangsung di Departemen Luar Negeri AS pada 2-3 Juni 2026.
Meski proses diplomasi terus berjalan, bentrokan antara kelompok Hizbullah dan militer Israel masih terjadi di sejumlah wilayah perbatasan. Amerika Serikat menyebut pemerintah Lebanon telah menunjukkan upaya dalam merespons serangan yang dilakukan Hizbullah.
“AS tetap menyadari tantangan yang ditimbulkan oleh serangan berkelanjutan Hizbullah terhadap Israel, tanpa persetujuan atau izin dari pemerintah Lebanon, yang dilakukan untuk menggagalkan proses ini,” kata Pigott seperti dikutip AFP, Sabtu, 16 Mei 2026.
Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring berlanjutnya saling serang antara Hizbullah dan militer Israel. Situasi tersebut memicu kekhawatiran internasional terhadap meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, otoritas setempat masih melakukan pendataan korban dan kerusakan akibat serangan terbaru di Lebanon selatan.(Dilansir dari Detik.com)










Tulis Komentar