Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Titik Api Muncul Lagi di Tanjung Kapal

BENGKALIS– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Setelah sempat dipadamkan, titik api kembali muncul di kawasan Kelurahan Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Tim gabungan pun melanjutkan upaya pemadaman dan pendinginan secara intensif hingga Rabu(03/06).

Kapolsek Rupat, AKP Faisal, mengatakan kemunculan kembali api terdeteksi melalui pemantauan titik panas atau hotspot pada Data Lahan Kebakaran (DLK) yang bersumber dari Satelit NOAA-20.

"Titik panas terpantau berada di kawasan hutan akasia liar yang berbatasan dengan areal PT Priatama dan PT SRL," kata Faisal, Rabu.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Rupat bersama tim terkait langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan verifikasi lapangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hotspot berasal dari area yang sebelumnya telah terbakar dan dipadamkan.

Namun, bara api yang masih tersimpan di bawah permukaan lahan kembali memunculkan asap dan nyala api. Kondisi itu menyebabkan proses pemadaman harus kembali dilakukan guna mencegah kebakaran meluas.

Operasi pemadaman dipimpin langsung oleh Kapolsek Rupat bersama Danramil Rupat dengan melibatkan berbagai unsur. Tim gabungan terdiri atas personel Polsek Rupat, Koramil 04 Rupat, BPBD Kecamatan Rupat, Satpol PP, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Tanjung Kapal, serta tim pemadam dari PT SRL, PT Priatama, dan PT MMJ.

Menurut Faisal, pemadaman tidak hanya dilakukan pada siang hari. Kegiatan tersebut juga berlanjut hingga malam hari bersama unsur perusahaan dan MPA untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.

"Pemadaman tidak hanya dilakukan pada siang hari, tetapi juga berlanjut hingga malam bersama unsur perusahaan dan MPA guna memastikan api benar-benar padam," ujarnya.

Memasuki hari ketiga penanganan, petugas masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap. Karakteristik lahan gambut menjadi tantangan utama karena bara api dapat bertahan lama di bawah permukaan tanah dan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Seluruh unsur yang terlibat, kata Faisal, masih bersiaga penuh di lokasi. Pengawasan terus diperketat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, terutama di tengah kondisi cuaca panas yang berpotensi mempercepat penyebaran kebakaran.

"Hingga saat ini proses pemadaman dan pendinginan masih terus berlangsung. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengendalikan karhutla agar tidak meluas," kata Faisal.

Pihak terkait memastikan upaya pemadaman dan pendinginan akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar aman dan tidak ditemukan lagi titik api maupun asap di lokasi kebakaran.(AC)

 

TERKAIT