Harga Sawit Jadi Perhatian Serius, Bupati Inhu Panggil Seluruh Pemilik PKS

INHU– Bupati Indragiri Hulu (Inhu), Ade Agus Hartanto, mengumpulkan para pemilik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) se-Kabupaten Indragiri Hulu dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Kediaman Bupati, Selasa(03/06).

Pertemuan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hulu Zulfahmi Adrian, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Indrawansyah, serta Kepala Dinas Perkebunan, Perikanan, dan Peternakan Endang Muliawan.

Dalam rapat itu, Sekda Zulfahmi Adrian meminta para pemilik PKS menyampaikan data terbaru mengenai harga tandan buah segar (TBS) dan berondolan yang dibeli dari tempat penampungan hasil sawit (ram) yang tersebar di wilayah Indragiri Hulu.

Menurut Zulfahmi, sebagian besar PKS masih mengacu pada standar harga yang ditetapkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau dalam melakukan pembelian TBS dan berondolan.

"Kami mengajak seluruh PKS untuk melakukan pengawasan terhadap ram yang ada agar tidak menekan harga di tingkat petani. Pemerintah sudah menetapkan acuan harga yang harus menjadi pedoman bersama," kata Zulfahmi dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Bupati Ade Agus Hartanto mengapresiasi upaya para pelaku industri kelapa sawit yang dinilai telah berkontribusi menjaga stabilitas harga komoditas tersebut di daerah.

Ia mengatakan, pertemuan itu digelar sebagai forum diskusi dan koordinasi antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha guna menjaga kestabilan harga TBS dan berondolan, mengingat sebagian besar masyarakat Indragiri Hulu bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit.

"Kami berharap adanya transparansi dari pihak PKS dalam menetapkan harga beli TBS dan berondolan. Dengan harga yang baik, keberadaan PKS dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat," ujar Ade.

Selain itu, Ade juga mendorong pembentukan asosiasi pemilik PKS di Kabupaten Indragiri Hulu. Menurutnya, wadah tersebut dapat menjadi sarana koordinasi dan diskusi antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah, terutama dalam menyikapi berbagai kebijakan pemerintah terkait tata niaga komoditas kelapa sawit.

Ia menambahkan, rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga kelapa sawit di masing-masing wilayah.

Usai rapat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hulu, Indrawansyah, mengatakan kegiatan serupa akan dilaksanakan secara berkala.

Menurut dia, forum koordinasi rutin diperlukan untuk memudahkan pemerintah daerah dalam memantau perkembangan harga berbagai komoditas unggulan di Indragiri Hulu.

"Kami berharap stabilitas harga komoditas perkebunan tetap terjaga sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Indragiri Hulu," kata Indrawansyah.(DS)

 

TERKAIT