Pemkab Inhu Dukung Program IDAMAN, Perkuat Pengawasan dan Edukasi Jamu Aman
INHU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu mendukung pelaksanaan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) yang diluncurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan pengawasan, pembinaan, dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha jamu di daerah.
Komitmen itu disampaikan saat Pemkab Inhu bersama BPOM Kabupaten Inhu mengikuti peluncuran Program IDAMAN dan Penguatan Infrastruktur Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM secara virtual dari Aula BPOM Kabupaten Inhu.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bakri, Kepala BPOM Kabupaten Inhu Veramika Ginting, serta perwakilan organisasi perangkat daerah terkait.
Program IDAMAN diluncurkan secara nasional dari Semarang, Jawa Tengah, dan dibuka oleh Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku usaha mengenai pentingnya memproduksi serta mengonsumsi obat tradisional yang aman, bermutu, dan memiliki izin edar resmi.
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar mengatakan saat ini terdapat sekitar 22 ribu produk jamu yang telah terdaftar di BPOM. Karena itu, pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan keamanan produk yang beredar di masyarakat.
Menurut dia, keberhasilan program tersebut memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, UPT BPOM, hingga dinas kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui Program IDAMAN, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya memilih produk jamu yang legal dan aman. Program ini juga bertujuan mencegah peredaran obat tradisional ilegal maupun produk yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Menindaklanjuti program tersebut, Pemkab Inhu bersama BPOM daerah berkomitmen memperkuat pembinaan dan pengawasan terhadap pelaku usaha jamu lokal. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan industri jamu yang lebih berkualitas dan berdaya saing.
Selain itu, pengembangan usaha jamu berbasis kearifan lokal dinilai berpotensi mendukung perekonomian daerah melalui peningkatan kualitas produk dan perluasan peluang usaha bagi masyarakat.(DS)










Tulis Komentar