Program Pemberdayaan PHR Jangkau 10 Ribu Warga, Survei Tunjukkan Dukungan Operasi Capai 90 Persen

PEKANBARU– PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyatakan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan sepanjang 2025 memberi dampak pada peningkatan ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan di Sumatra. Hasil survei terbaru juga menunjukkan lebih dari 90 persen penerima manfaat mendukung keberlanjutan operasi perusahaan.

Sepanjang 2025, fungsi Corporate Secretary PHR melaksanakan 327 Program Pemberdayaan dan Pelibatan Masyarakat (PPM) di 31 kabupaten pada lima provinsi di Pulau Sumatra. Program tersebut menjangkau lebih dari 10 ribu penerima manfaat.

Di sektor ekonomi, PHR mencatat peningkatan pendapatan mitra binaan hingga Rp7 miliar melalui pengembangan 288 produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sementara di bidang lingkungan, program itu berhasil menghemat konsumsi energi sebesar 170 ribu kilowatt hour (kWh), mendaur ulang lebih dari satu ton sampah, serta menanam lebih dari 89 ribu tanaman darat dan air di lahan seluas 120 hektare.

Perusahaan juga memperkirakan berbagai kegiatan tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 919 ton karbon dioksida ekuivalen (CO?e) setiap tahun.

Pada aspek kesejahteraan masyarakat, PHR melaksanakan 104 pembekalan sertifikasi vokasi dan memberdayakan 187 penyandang disabilitas. Adapun di bidang sosial, perusahaan mengembangkan delapan destinasi ekowisata, menciptakan 39 lapangan kerja hijau (green jobs), serta membuka 256 kesempatan kerja baru.

Untuk mengukur efektivitas program, PHR melalui Community Involvement and Development (CID) menggelar survei daring pada 3 Juni 2026. Survei melibatkan 318 perwakilan penerima manfaat dari 20 field di tiga zona operasi.

Menurut perusahaan, jumlah responden tersebut telah memenuhi bahkan melampaui kebutuhan minimum statistik berdasarkan metode Slovin sehingga dinilai cukup mewakili persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program pemberdayaan.

Manager CID Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan survei tersebut juga disertai sosialisasi mengenai operasi perusahaan, tata kelola program pemberdayaan masyarakat, serta peran local hero dalam menjaga keberlanjutan program.

Hasil survei menunjukkan lima dari enam indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) berhasil dicapai. Program edukasi mengenai industri hulu minyak dan gas juga dinilai efektif meningkatkan pemahaman masyarakat. Sebanyak 97 persen peserta memperoleh nilai di atas 70 pada post-test dengan rata-rata nilai mencapai 90,92. Sebanyak 77 persen peserta bahkan memperoleh nilai antara 90 hingga 100, meningkat 38 persen dibandingkan hasil pre-test.

Survei itu juga mencatat 88 persen responden menilai program pemberdayaan masyarakat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional dan pelestarian lingkungan.

Selain itu, lebih dari 90 persen responden menyatakan siap mendukung keberlanjutan operasi PHR, menjaga hubungan baik dengan perusahaan, serta menyebarluaskan informasi mengenai program pemberdayaan yang telah dijalankan.

Salah satu penerima manfaat, Tri Ningsih, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning di Prabumulih, Sumatra Selatan, mengembangkan program pengelolaan sampah menjadi pupuk dan produk herbal melalui program Muda Bersama. Ia kemudian membina 13 kelompok wanita tani lainnya.

Program tersebut meningkatkan omzet kelompok hingga sekitar Rp1 juta per bulan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Iwan mengatakan dukungan masyarakat menjadi modal penting bagi perusahaan untuk menjaga keberlanjutan program di sekitar wilayah operasi.

"Strategi perusahaan untuk mendukung operasi melalui pemberdayaan masyarakat terbukti memberikan dampak signifikan. Dukungan mitra binaan mendorong kami untuk terus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasi," kata Iwan.

Melalui program pemberdayaan tersebut, PHR menyatakan berupaya menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasi hulu migas dengan pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah kerjanya.(DI)

 

 

TERKAIT