Warga Sinaboi Desak Pemerintah Tangani Malaria Secara Berkelanjutan
ROHIL — Warga Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, mendesak pemerintah daerah memperkuat penanganan malaria secara berkelanjutan. Mereka menilai upaya yang dilakukan selama ini belum mampu memberikan solusi jangka panjang sehingga kasus penyakit tersebut masih terus berulang.
Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, mengatakan malaria bukan lagi persoalan baru bagi masyarakat Sinaboi. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak hanya bergerak ketika kasus meningkat, tetapi menyusun program yang terukur dan berkesinambungan.
"Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah berkelanjutan dan terukur," kata Khairul, Jumat (31/7).
Menurut Khairul, pemerintah daerah bersama instansi terkait perlu memperkuat upaya pencegahan melalui pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, penyediaan obat-obatan, peningkatan pelayanan kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat.
"Sudah saatnya ada komitmen nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang," ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan. Ia menilai malaria tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat.
"Malaria bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan produktivitas masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat," kata Riki.
Ia menegaskan program penanganan harus dilakukan secara konsisten, mulai dari pencegahan, penyemprotan berkala, peningkatan layanan kesehatan, hingga edukasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menyatakan pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program pemberantasan malaria yang dijalankan pemerintah daerah bersama instansi kesehatan.
"Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat," ujar Rafika.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap penanganan malaria semakin ditingkatkan agar angka kasus di Sinaboi dapat ditekan. Warga juga menginginkan langkah yang konsisten melalui penguatan pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, penyediaan obat-obatan, peningkatan layanan kesehatan, serta edukasi masyarakat.
Masyarakat berharap komitmen pemerintah tidak berhenti pada penanganan sesaat, melainkan diwujudkan dalam program berkelanjutan agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari ancaman malaria. (zal)










Tulis Komentar