Tak Lagi Antre dan Bayar Tunai, E-Ticketing Ro-Ro Bengkalis Segera Diterapkan
BENGKALIS — Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perhubungan menggandeng PT Gerbang Berkah Solusi Indonesia (GBSI) untuk menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing di lintasan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis-Sungai Selari.
Penerapan sistem ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS). Dinas Perhubungan menargetkan fasilitas e-ticketing mulai diterapkan dalam waktu 1,5 hingga 2 bulan setelah kerja sama ditandatangani.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, Ardiansyah, mengatakan rencana penerapan e-ticketing telah disiapkan sejak Desember 2025. Tahapannya meliputi perencanaan, seleksi vendor, hingga penandatanganan kerja sama.
“Perencanaan e-ticketing ini sudah kita lakukan dari awal Desember 2025. Sampai saat ini secara bertahap kita telah menyelesaikan berbagai tahapan, mulai dari seleksi vendor hingga penandatanganan kerja sama,” kata Ardiansyah, Kamis(13/08).
Dengan sistem tersebut, pengguna jasa tidak lagi membayar tiket secara tunai. Pembayaran dilakukan secara elektronik menggunakan QRIS, kartu debit, dan metode nontunai lainnya.
Setelah pembayaran, pengguna jasa akan diarahkan masuk melalui gate yang telah disiapkan. Kendaraan maupun pejalan kaki yang menggunakan jasa penyeberangan akan tercatat dalam sistem.
“Dengan adanya sistem ini, tidak ada lagi mobil, sepeda motor ataupun pejalan kaki yang tidak melakukan pembayaran. Semuanya akan melalui sistem dan masuk melalui pintu gate,” ujar Ardiansyah.
Bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan layanan digital, Dishub akan menyiapkan petugas untuk membantu proses pembelian tiket secara daring. Namun, transaksi tetap dilakukan secara elektronik.
Ardiansyah mengatakan salah satu tujuan utama penerapan e-ticketing adalah meningkatkan transparansi data. Jumlah kendaraan, sepeda motor, pejalan kaki, hingga transaksi penyeberangan akan tercatat secara otomatis.
“Berapa mobil yang masuk, berapa motor yang masuk, berapa pejalan kaki yang masuk, semuanya akan terdata di sistem,” katanya.
Data tersebut dapat diakses oleh pihak-pihak terkait sesuai kebutuhan dan kewenangan, termasuk operator kapal, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), serta pihak asuransi.
Menurut Ardiansyah, keterbukaan data juga diharapkan menarik operator kapal lain untuk menambah armada di lintasan Bengkalis-Sungai Selari. Saat ini sekitar lima kapal beroperasi di lintasan tersebut.
“Transparansi jumlah kendaraan, jumlah orang dan transaksi yang ada di sana akan terbuka. Salah satunya ini yang kami harapkan dapat membuat operator kapal lain tertarik untuk masuk ke lintasan kita,” ujarnya.
Dalam kerja sama tersebut, PT GBSI bertanggung jawab membangun dan memasang perangkat pendukung e-ticketing, mulai dari gate, perangkat elektronik, hingga sistem pendukung lainnya.
Dishub memperkirakan pembangunan dan pemasangan sarana tersebut membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 2 bulan di Pelabuhan Ro-Ro Air Putih Bengkalis dan Sungai Selari.
“Mulai dari PKS ditandatangani, kita prediksi sekitar 1,5 sampai 2 bulan ke depan untuk melengkapi sarana dan prasarana di pelabuhan Bengkalis dan Sungai Selari. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” kata Ardiansyah.
Pembangunan fasilitas dilakukan tanpa menghentikan aktivitas penyeberangan. Pelabuhan tetap melayani masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung.
Dishub akan mengatur antrean dan menyesuaikan arus lalu lintas di kawasan pelabuhan agar pembangunan tidak mengganggu pengguna jasa.
“Kenyamanan masyarakat tetap akan kita prioritaskan. Jangan sampai pelaksanaan pekerjaan ini justru mengganggu masyarakat umum,” ujar Ardiansyah.
Setelah sistem berjalan, tugas petugas di lapangan juga akan berubah. Mereka tidak lagi banyak menangani pembayaran tiket, tetapi lebih berfokus pada pengaturan kendaraan, penumpang, serta arus naik dan turun kapal.
“Tenaga manusia akan semakin berkurang dan lebih kepada mesin yang ada di sana. Tugas petugas kita nantinya mengarahkan kapal, kendaraan serta orang yang akan menyeberang di Ro-Ro Air Putih dan Sungai Selari,” katanya.
Sebelum diterapkan penuh, Dishub Bengkalis akan menggelar soft opening untuk menguji sistem sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat. Pengguna jasa akan diajarkan cara membeli tiket elektronik untuk kendaraan maupun pejalan kaki.
“Pada saat soft opening, kita akan memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana membeli tiket, baik untuk kendaraan maupun pejalan kaki. Setelah itu baru kita launching secara penuh,” kata Ardiansyah.
Dishub berharap penerapan e-ticketing membuat pelayanan penyeberangan Ro-Ro lebih praktis, tertib, transparan, dan akuntabel. Kebiasaan membayar tunai dan antre untuk membeli tiket diharapkan berangsur ditinggalkan seiring beralihnya layanan ke sistem digital.(AC)










Tulis Komentar