Polantas Karib Sambangi Anak TK di Pekanbaru, Ditlantas Polda Riau Tanamkan Keselamatan Sejak Dini
PEKANBARU — Sebanyak 108 anak dari lima taman kanak-kanak mengikuti Program Polisi Sahabat Anak yang digelar Subdit Kamsel Ditlantas Polda Riau di Ruang RTMC Ditlantas Polda Riau, Jalan Pesisir Rumbai, Rabu(19/08). Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.
Peserta berasal dari TK Tunas Harapan, TK Meranti, TK Al Munawarah, TK At Taubah, dan TK Al Amin. Kehadiran personel Polantas Karib disambut antusias. Anak-anak berinteraksi langsung dengan polisi dalam suasana yang ramah dan edukatif.
Personel Ditlantas Polda Riau memperkenalkan tugas dan fungsi polisi lalu lintas kepada para peserta. Anak-anak juga dikenalkan dengan sejumlah rambu lalu lintas, diajak bernyanyi, serta mengikuti sesi tanya jawab mengenai keselamatan di jalan.
Ditlantas Polda Riau turut membagikan buku petunjuk keselamatan berlalu lintas. Buku tersebut menjadi media edukasi yang dapat dipelajari kembali oleh anak-anak bersama guru dan orang tua.
Setelah mengikuti kegiatan di dalam ruangan, para peserta diajak melihat kendaraan operasional Polisi Lalu Lintas di ruang Sat PJR Ditlantas Polda Riau. Kegiatan itu menjadi pengalaman langsung bagi anak-anak untuk mengenal polisi lebih dekat.
Program Polisi Sahabat Anak tersebut juga mengintegrasikan Green Policing. Anak-anak diperkenalkan dengan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan, dan menyayangi tanaman.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril mengatakan edukasi keselamatan lalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia dini. Menurut dia, anak-anak dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua.
“Kami ingin anak-anak mengenal Polantas sebagai sahabat yang hadir untuk melindungi dan mengedukasi. Keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini,” ujar Dasril.
Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika mengatakan budaya keselamatan berlalu lintas harus dibangun secara berkelanjutan. Ia menilai pendekatan yang humanis dan menyenangkan membuat pesan keselamatan lebih mudah diterima anak-anak.
“Anak-anak hari ini merupakan generasi pengguna jalan di masa depan. Karena itu, edukasi keselamatan harus diberikan sejak dini. Kami ingin nilai-nilai tertib berlalu lintas tumbuh menjadi karakter, bukan sekadar pengetahuan,” kata Jeki.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai Program Polisi Sahabat Anak merupakan bentuk kehadiran Polri yang humanis sekaligus sarana mengenalkan keselamatan berlalu lintas dan kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda.
“Tertib berlalu lintas, menghormati sesama pengguna jalan, menjaga kebersihan, dan mencintai lingkungan harus menjadi kebiasaan yang ditanamkan sejak kecil,” ujar Herry.
Guru TK Tunas Harapan juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurut dia, interaksi langsung dengan polisi membuat anak-anak lebih mudah memahami materi karena mereka belajar melalui pengalaman dan suasana yang menyenangkan.
Kegiatan tersebut melibatkan AKP Dedi Siswanto, S.H., M.H., AKP Fajri Sentosa, S.H., M.M., AKP Bahrul S., S.H., M.M., IPTU Riza Elfiera, Brigadir Annisa W., S.H., serta ASN Robert Pardosi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Melalui Program Polisi Sahabat Anak dan Green Policing, Ditlantas Polda Riau berupaya menanamkan kesadaran keselamatan lalu lintas dan kepedulian lingkungan sejak dini. Dari kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, peduli keselamatan, serta memiliki kesadaran menjaga lingkungan.(DI)










Tulis Komentar