Lewat Pertemuan dengan Delegasi IMT-GT GCMC, Wako Agung Pamerkan Konsep Green School Pekanbaru

PEKANBARU — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak delegasi Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) mengunjungi SMP Negeri 4 Pekanbaru, Rabu, 5 Agustus 2026. Kunjungan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda IMT-GT GCMC.

SMP Negeri 4 dipilih sebagai lokasi kunjungan karena menerapkan konsep green school dan menjadi salah satu sekolah percontohan nasional dalam penerapan lingkungan berkelanjutan.

IMG-20260925-WA0016.jpg

Agung bersama sejumlah kepala daerah dan delegasi dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand melihat langsung sejumlah program lingkungan yang dijalankan sekolah. Program itu antara lain pemilahan dan pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna.

Salah satu program yang diperkenalkan ialah gerakan satu siswa satu polybag. Melalui program tersebut, setiap siswa diajak menanam dan merawat tanaman hortikultura sebagai bagian dari pembiasaan menjaga lingkungan.

Sekolah juga membiasakan penggunaan perlengkapan ramah lingkungan. Para siswa menunjukkan kreativitas mereka dalam mengolah sampah daur ulang menjadi berbagai produk, termasuk pakaian berbahan material daur ulang.

Pengelolaan sampah organik dilakukan melalui budidaya maggot. Program tersebut menjadi salah satu cara sekolah mengurangi limbah sekaligus memanfaatkannya kembali.

"Hari ini kita turun ke sekolah yang sudah menjadi sekolah percontohan nasional dalam penerapan green city. Dari pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi maggot, hingga sampah yang sudah terbuang bisa menjadi produk yang dapat dimanfaatkan," kata Agung saat meninjau lingkungan sekolah.

Menurut Agung, kunjungan delegasi IMT-GT GCMC tidak sekadar untuk melihat inovasi lingkungan yang diterapkan di SMP Negeri 4 Pekanbaru. Pertemuan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen pemerintah daerah negara-negara anggota IMT-GT terhadap pembangunan berkelanjutan.

Agung mengatakan pembangunan kota tidak semata-mata diukur dari jumlah gedung dan infrastruktur yang dibangun. Menurut dia, aspek lingkungan perlu menjadi bagian dari perencanaan pembangunan.

"Karena masa depan yang baik itu bukan menyiapkan bangunan-bangunan yang besar, tapi bagaimana menjaga dan memberikan lingkungan yang asri bagi generasi berikutnya," ujar Agung.(Adv)

 

TERKAIT