DPRD Kampar Dorong Solusi bagi Guru Bantu, Aspirasi Puluhan Pendidik Langsung Ditindaklanjuti

KAMPAR— Komitmen DPRD Kabupaten Kampar dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat kembali terlihat. Kali ini, perhatian diberikan kepada puluhan guru bantu yang menyampaikan harapan terkait kejelasan honor dan masa depan status mereka sebagai tenaga pendidik.

Sebanyak 28 guru bantu yang tergabung dalam Forum Guru Bantu Kampar mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Kampar, Senin, 15 Juni 2026. Kehadiran mereka disambut dan diterima langsung oleh jajaran anggota dewan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi sejak terjadinya perubahan kewenangan pengelolaan guru bantu dari Pemerintah Provinsi Riau ke Pemerintah Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan tersebut, para guru menyampaikan belum menerima honor selama enam bulan terakhir. Meski demikian, mereka tetap menjalankan tugas mengajar di sekolah masing-masing demi menjaga keberlangsungan proses pendidikan.

Ketua Komisi II DPRD Kampar, Tony Hidayat, menegaskan bahwa lembaga legislatif daerah memberikan perhatian serius terhadap persoalan yang dihadapi para guru bantu. Menurutnya, DPRD memahami kondisi yang dialami para tenaga pendidik dan akan berupaya mencarikan solusi sesuai koridor aturan yang berlaku.

"Kami menerima aspirasi yang disampaikan para guru bantu. Ini menjadi perhatian kami karena menyangkut dunia pendidikan dan kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini telah berkontribusi dalam mencerdaskan generasi muda," ujar Tony.

Ia menjelaskan, persoalan yang terjadi tidak terlepas dari perubahan regulasi yang mengatur kewenangan pengelolaan tenaga pendidik. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara hati-hati agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Meski menghadapi keterbatasan regulasi, DPRD Kampar tidak tinggal diam. Komisi II DPRD langsung mendorong Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar untuk melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik di seluruh sekolah yang masih mengalami kekurangan guru.

Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mencari solusi yang realistis dan berkelanjutan bagi para guru bantu. Melalui pemetaan yang akurat, pemerintah daerah diharapkan dapat menyusun kebijakan yang tepat sasaran sesuai kebutuhan pendidikan di lapangan.

"Kami meminta dinas segera melakukan pemetaan sekolah yang masih membutuhkan tenaga pendidik. Dengan data yang jelas, tentu akan lebih mudah mencari langkah yang sesuai dengan aturan," kata Tony.

Selain itu, DPRD Kampar juga berkomitmen mengkaji berbagai peluang dan mekanisme yang memungkinkan untuk membantu para guru bantu tanpa bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Upaya tersebut menunjukkan keseriusan DPRD dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Sikap responsif DPRD Kampar mendapat apresiasi dari para guru yang hadir. Mereka merasa aspirasi yang disampaikan mendapatkan ruang dan perhatian dari wakil rakyat.

Ketua Forum Guru Bantu Kampar, Fitri, berharap komunikasi yang telah terjalin bersama DPRD dapat menjadi jalan keluar atas persoalan yang selama ini mereka hadapi.

"Kami bersyukur aspirasi kami diterima dan didengarkan. Harapan kami tentu ada solusi yang bisa membantu para guru bantu ke depan," ujarnya.

Bagi DPRD Kampar, pendidikan merupakan salah satu sektor strategis yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, keberadaan tenaga pendidik, termasuk guru bantu yang selama ini mengabdi di berbagai sekolah, menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan daerah.

Melalui komunikasi yang terbuka dan koordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD Kampar berharap berbagai persoalan yang dihadapi guru bantu dapat ditemukan jalan keluarnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, penganggaran, dan penyaluran aspirasi masyarakat demi kemajuan Kabupaten Kampar.

Di tengah berbagai tantangan yang ada, kehadiran DPRD sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah menjadi harapan bagi para guru bantu yang selama ini tetap mengabdi di dunia pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap sektor pendidikan, DPRD Kampar menunjukkan komitmennya untuk terus memperjuangkan solusi yang terbaik bagi masyarakat.(Advetorial) 

 

TERKAIT