Kuansing Matangkan Persiapan MTQ Riau ke-44, Arena Lomba hingga Pemondokan Peserta Dikebut
KUANSING– Menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 tingkat Provinsi Riau yang akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026, berbagai persiapan terus dipercepat oleh panitia daerah. Fokus utama saat ini adalah penyempurnaan arena lomba serta fasilitas pendukung bagi ribuan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Riau.
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kuansing, H. Yaramis, MM, mengatakan seluruh cabang perlombaan telah dipersiapkan sesuai dengan ketentuan dan standar penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi. Ia menyebut, ajang ini akan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar yang melibatkan peserta dari 12 kabupaten dan kota di Riau.
“Seluruh persiapan terus kami lakukan secara bertahap. Tidak hanya arena lomba, tetapi juga pemondokan kafilah, sarana pendukung, hingga pelayanan bagi tamu dan peserta yang akan hadir di Kuansing,” kata Yaramis.
Menurutnya, terdapat 10 cabang perlombaan yang akan dipertandingkan dalam MTQ kali ini. Cabang tersebut meliputi Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hifzhil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Hadits Nabi, serta Barzanji.
Yaramis menjelaskan, setiap cabang memiliki karakteristik dan standar penilaian yang berbeda, sehingga diperlukan kesiapan matang dari dewan hakim serta panitia teknis. Selain itu, fasilitas pendukung di setiap arena lomba juga dipastikan memenuhi kebutuhan teknis pelaksanaan agar kegiatan berjalan lancar.
“Setiap cabang memiliki kriteria penilaian tersendiri. Karena itu, kesiapan dewan hakim dan perangkat pendukung menjadi perhatian penting agar pelaksanaan MTQ berjalan optimal dan tertib,” ujarnya.
Di sisi lain, LPTQ Kuansing juga terus melakukan pembinaan terhadap peserta daerah melalui program pemusatan latihan atau Training Centre (TC). Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan kafilah Kuansing agar mampu bersaing dengan peserta dari daerah lain di Riau.
Menurut Yaramis, TC menjadi bagian penting dalam proses pembinaan berkelanjutan, tidak hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan peserta.
“MTQ bukan semata-mata ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana untuk memperdalam pemahaman dan memperkuat nilai-nilai keislaman. Selain itu, kegiatan ini juga mempererat ukhuwah antar daerah di Riau,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) turut mempercepat berbagai pekerjaan pendukung.
Penataan kawasan kota, kebersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur, hingga kesiapan lokasi utama pembukaan menjadi fokus utama yang saat ini terus dikebut.
Sejumlah titik strategis di Kota Teluk Kuantan juga mulai ditata untuk menyambut kedatangan kafilah dan tamu dari berbagai daerah. Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian persiapan dapat selesai tepat waktu sehingga pelaksanaan MTQ berjalan lancar dan tertib.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, Kuansing menyatakan optimisme dapat menjadi tuan rumah yang baik. Selain sukses dari sisi penyelenggaraan, MTQ ke-44 diharapkan juga memberikan kesan positif bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir, sekaligus memperkuat citra Kuansing sebagai daerah yang siap menjadi tuan rumah event tingkat provinsi.(Inf)










Tulis Komentar