Festival Pacu Sampan Balai Pungut Digelar, PHR Dorong Wisata dan Ekonomi Masyarakat Bengkalis
BENGKALIS — Riak Sungai Batang Mandau bergemuruh ketika puluhan sampan berpacu di hadapan ribuan warga di Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Rabu, 19 Agustus 2026. Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau itu digelar PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan masyarakat untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, festival tersebut menjadi bagian dari program Community Involvement and Development (CID) PHR Zona Rokan. Kegiatan itu diarahkan untuk melestarikan budaya lokal, memperkuat potensi Desa Wisata Balai Pungut, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat.
Balai Pungut memiliki keterkaitan dengan sejarah kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Batang Mandau. Sungai tersebut dahulu menjadi jalur transportasi dan mobilitas warga, termasuk dalam pergerakan logistik pada masa awal perkembangan kegiatan hulu minyak dan gas bumi di Blok Rokan.
Corporate Secretary PHR Eviyanti Rofraida mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada kegiatan operasi migas, tetapi juga berupaya menjaga kearifan lokal dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga,” kata Eviyanti.
Menurut dia, Festival Pacu Sampan dapat menjadi ruang silaturahmi sekaligus pemantik pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya. PHR berharap kegiatan tersebut memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan masyarakat.
Bupati Bengkalis Kasmarni yang membuka festival mengapresiasi dukungan PHR terhadap pelestarian budaya Melayu dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita,” ujar Kasmarni.
Kasmarni mengatakan festival tersebut bukan sekadar perayaan untuk mengangkat potensi wisata, tetapi juga menjadi sarana merawat kearifan lokal dan menggerakkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Sampan tidak akan melaju jika pengayuh bergerak sendiri. Namun, dengan kolaborasi, kekompakan, satu semangat, dan satu tujuan, kita bisa melangkah lebih jauh,” kata dia.
Ia mengajak masyarakat menjadikan festival tersebut sebagai momentum gotong royong untuk membangun desa sekaligus menumbuhkan kesadaran wisata.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Balai Pungut, Erwin, mengatakan pengembangan kawasan wisata bermula dari gagasan pemerintah desa bersama tokoh masyarakat. Sungai Batang Mandau ingin dikembangkan sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan cerita sejarah Balai Pungut.
Pembentukan Pokdarwis kemudian mendapat pendampingan PHR sejak 2025. Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pengelolaan wisata, manajemen, hospitality, serta dukungan sarana dan prasarana.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut,” ujar Erwin.
Ia mengatakan pendampingan PHR turut membantu perkembangan UMKM di desa tersebut.
Festival Pacu Sampan juga dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, pejabat Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa, serta warga.
PHR sebelumnya mendampingi penguatan Pokdarwis Balai Pungut dan membantu penyusunan Rencana Induk Pariwisata Desa (Ripardes) pada 2025. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan desa wisata yang memadukan potensi sejarah, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Melalui festival itu, Desa Wisata Balai Pungut diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya, sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara berkelanjutan.(DI)










Tulis Komentar