KPK Sisir Disdik Riau, Dugaan Korupsi Abdul Wahid Menggurita ke Banyak Dinas
PEKANBARU — Suasana di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Kamis (13/11), mendadak berubah sejak pagi. Sekitar pukul delapan, sejumlah mobil berpelat luar daerah berhenti di halaman Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau. Dari kendaraan itu, turun beberapa orang berpakaian rapi, sebagian membawa tas dan map. Tak lama kemudian, mereka masuk ke dalam gedung tanpa banyak bicara. Dari pengamatan di lapangan, itulah awal dimulainya penggeledahan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Selama sembilan jam penuh, tim antirasuah itu terlihat hilir-mudik di antara ruangan kepala dinas dan bagian keuangan. Aktivitas pegawai tampak terhenti. Beberapa di antara mereka memilih menunggu di luar gedung, sementara petugas keamanan berjaga ketat di pintu masuk. Tak satu pun orang diperkenankan mendekat tanpa izin.
Menjelang sore, sekitar pukul 17.10 WIB, tim KPK keluar dari gedung membawa tiga koper besar dan dua ransel. Barang-barang itu dimasukkan ke dalam mobil hitam yang telah menunggu di halaman. Tidak ada keterangan resmi mengenai isi koper tersebut. Namun, sejumlah sumber internal menyebutkan, tim penyidik memeriksa dokumen keuangan dan proyek di lingkungan Disdik Riau.
Belum ada kejelasan apakah penggeledahan ini berkaitan langsung dengan kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. Kasus itu mencuat setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kantor Dinas PUPR-PKPP Riau pada Senin, 3 November lalu. Sejak itu, langkah penyidik mengarah ke sejumlah titik strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, yang coba dikonfirmasi wartawan, tidak memberikan tanggapan. Nomor WhatsApp-nya yang biasa aktif juga tak bisa dihubungi. Seorang pegawai di lokasi hanya mengatakan, pimpinan sedang “tidak di tempat.”
Dengan penggeledahan di Disdik Riau ini, total sudah tujuh lokasi yang didatangi penyidik KPK. Sebelumnya, mereka telah menyisir kediaman Gubernur di Jalan Diponegoro, rumah Tenaga Ahli Gubernur Dani M Nursalam di Jalan Firdaus, Kantor Gubernur Riau, rumah Sekda Riau di Jalan Gajah Mada, Kantor PUPR-PKPP di Jalan SM Amin, dan Kantor BPKAD Riau di Jalan Sudirman.
Hingga malam hari, belum ada pernyataan resmi dari KPK mengenai hasil penggeledahan maupun barang bukti yang diamankan. Namun dari intensitas dan pola penggeledahan yang terus melebar, indikasinya lembaga antirasuah tengah menelusuri jejak aliran dana dan proyek lintas dinas yang mungkin terkait dengan kasus utama Abdul Wahid.
Sementara itu, gedung Disdik Riau kini kembali lengang. Pintu ruangan yang sebelumnya disegel telah ditutup rapat. Pegawai terlihat berhati-hati berbicara. “Kami tidak tahu apa-apa,” ujar salah satu staf dengan nada pelan. Hari itu, aroma ketegangan masih terasa di udara Jalan Cut Nyak Dien seolah meninggalkan tanda bahwa badai pengusutan korupsi di Riau belum juga reda.(DI)










Tulis Komentar