Wabah Lalat Meluas di Air Molek, Warga Minta Pemerintah Turun Tangan

INHU — Warga Air Molek tengah dilanda kegelisahan akibat serangan wabah lalat yang sudah hampir satu bulan tidak kunjung mereda. Kondisi ini membuat aktivitas harian masyarakat terganggu dan mengancam kebersihan lingkungan serta kesehatan warga.

Warga mengaku bahwa serangan lalat kali ini jauh lebih parah dibandingkan sebelumnya. Jumlahnya yang meningkat membuat banyak rumah sulit dijaga kebersihannya meski telah dilakukan berbagai upaya. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyebaran penyakit.

Retno, warga Jalan Kembang Harum, mengatakan bahwa keberadaan lalat yang terus-menerus menghinggapi makanan membuat ia dan keluarganya merasa tidak nyaman. Ia khawatir lalat-lalat tersebut membawa bakteri atau virus yang dapat memicu penyakit berbahaya. “Kami takut kalau nanti timbul penyakit. Makanan sebentar saja sudah penuh lalat,” ujarnya.

Selain Retno, keluhan serupa juga datang dari Hartati, warga Batu gajah. Ia mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama sehingga warga merasa perlu adanya tindakan cepat dari pihak pemerintah. “Sudah terlalu lama kami menghadapi ini. Kami minta pemerintah turun tangan,” katanya.

Menurut Hartati, beberapa warga telah berinisiatif melakukan penyemprotan mandiri, namun hasilnya hanya bertahan sebentar. Lalat kembali muncul dengan jumlah yang tetap banyak, seolah-olah tidak terpengaruh oleh upaya pengendalian yang dilakukan warga.

Warga juga menduga bahwa persoalan ini bisa berkaitan dengan pengelolaan sampah dan limbah di sekitar pemukiman. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai sumber pasti ledakan populasi lalat tersebut.

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah cepat untuk menanggulangi persoalan ini. Mereka menilai bahwa penanganan harus dilakukan secara terpadu agar wabah tidak semakin meluas.

Hingga berita ini diturunkan, warga Air Molek masih menunggu respons dan tindakan dari pihak pemerintah setempat. Mereka berharap masalah ini dapat segera diatasi agar aktivitas dan kenyamanan warga kembali pulih seperti sediakala.(DS)

TERKAIT