Lalat Merajalela di Air Molek, Warga Curhat di Media Sosial
INHU — Warga Air Molek dilanda kegelisahan akibat serangan wabah lalat yang hampir sebulan tidak kunjung mereda. Kondisi ini mengganggu aktivitas harian masyarakat serta mengancam kebersihan lingkungan dan kesehatan warga. Meski pemerintah setempat telah melakukan inspeksi mendadak dan turun ke lapangan, wabah lalat justru semakin parah, terutama di musim hujan.
Sejumlah warga mengungkapkan keluhannya melalui media sosial. Trisnawati, warga Batu Gajah, menulis curhat panjang tentang kondisi lalat yang semakin merajalela. Ia menceritakan bahwa beberapa kucing peliharaannya menjadi korban dan sebagian terpaksa dibuang karena serangan lalat yang tak terkendali. Ia juga menyoroti minimnya perhatian pihak pengusaha yang diduga menjadi sumber permasalahan, sambil mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan.
Selain itu, seorang seniman di Jalan Seroja juga mengeluhkan serbuan lalat di rumahnya. Menurutnya, meski lalat yang menyerang tidak bertelur, keberadaannya tetap membuat risih dan menimbulkan kesan jorok. Ia membandingkan dengan lalat hijau yang biasa bertelur dan menempelkan telurnya, sedangkan lalat musim hujan ini hanya beterbangan dan hinggap di badan, mengganggu kenyamanan.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, pada Senin (17 November 2025) sekitar pukul 15.40 WIB, Tim Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu turun ke lokasi kandang ayam milik CV Jaya Export Bersama (JEB). Kandang ayam yang diduga menjadi sumber wabah berada dekat pemukiman, tepatnya di Jalan Elak Batugajah RT 001 RW 003 Dusun 3, Desa Serumpun Jaya, Kecamatan Pasirpenyu.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Inhu, H Endang Mulyawan S.Hut M.Si, menginstruksikan agar area tersebut disterilkan dari wabah lalat. “Kami datang ke sini secara administratif dan untuk laporan ke pimpinan. Dalam satu minggu ke depan, kami akan memantau progres penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Pol PP Kabupaten Inhu, Bambang Indramawan S.STP, M.SP, menekankan pentingnya manajemen pengelolaan kandang ayam agar permasalahan serupa tidak terulang. Ia berharap kasus ini menjadi yang terakhir dan meminta pengelola lebih aktif dalam menangani kondisi lingkungan sekitar.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi warga dan pihak terkait untuk lebih waspada terhadap potensi gangguan kesehatan akibat serangan lalat, terutama di musim hujan. Kebersihan lingkungan dan pengawasan peternakan dinilai menjadi kunci untuk mencegah wabah serupa di masa depan.(DS)










Tulis Komentar