Dorong Proyek Strategis: APINDO Riau Minta Pemerintah Percepat Pembangunan Jalan Utama di Riau

PEKANBARU — Ketua Steering Committee (SC) APINDO DPP Riau, Edyanus Herman Halim, menyatakan pihaknya tengah memfinalisasi sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan pada pelantikan pengurus APINDO Riau pada 9 Desember 2025 mendatang. Rekomendasi tersebut, menurut Edyanus, diharapkan menjadi pijakan sinergi antara APINDO dan Pemerintah Provinsi Riau dalam memperkuat iklim usaha dan daya saing ekonomi daerah.

Edyanus mengatakan, materi kebijakan telah disiapkan dan menunggu persetujuan seluruh peserta. “Kita berharap nantinya rekomendasi ini dapat menjadi produk bersama, bukan hanya untuk anggota APINDO, tetapi juga bagi semua pemangku kepentingan di Riau,” ujarnya.

Pada momentum pelantikan tersebut, APINDO juga berencana menggelar dialog ekonomi bertema Sinergi Stakeholder dan Pengembangan Infrastruktur untuk Memacu Daya Saing Ekonomi Riau. Edyanus menyebut sejumlah nama telah diusulkan menjadi pembicara, termasuk Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Undangan kepada AHY, kata dia, telah disampaikan melalui APINDO Pusat dan masih menunggu konfirmasi.

Edyanus menegaskan, isu infrastruktur akan menjadi fokus utama dalam dialog tersebut. Ia menyoroti ketimpangan kondisi jalan di Riau yang dinilai tidak seimbang dengan perkembangan teknologi alat angkut saat ini. “Bukan mobil besar yang harus menyesuaikan dengan jalan, tetapi jalan harus menyesuaikan perkembangan teknologi. Banyak ruas masih kelas III padahal kendaraan sudah semakin besar,” katanya.

Ia mencontohkan Sumatera Barat yang pada 2026 telah disetujui pusat untuk mendapatkan 14 proyek strategis nasional, delapan di antaranya pembangunan jalan. Edyanus berharap Riau dapat memperoleh perhatian serupa, terutama untuk ruas-ruas strategis seperti Dumai–Pakning, Tembilahan–Rengat, Teluk Kuantan–Jambi, hingga konektivitas lintas Riau–Sumbar.

Salah satu proyek yang ia nilai paling mendesak adalah pembangunan jalan Tanjung Alai–Muara Takus, sebagai penyangga rencana jalur RoRo Dumai–Malaka. Konektivitas itu, menurutnya, akan membuka akses pariwisata dan logistik yang lebih luas. “Muara Takus sebagai situs bersejarah tua bisa menjadi destinasi wisata unggulan jika infrastrukturnya mendukung,” ujar Edyanus.

APINDO, kata dia, akan mendorong percepatan program tersebut melalui rekomendasi resmi kepada pemerintah pusat maupun daerah. “Ini penting bagi dunia usaha. Infrastruktur adalah syarat dasar agar ekonomi bergerak,” tuturnya.(DI)

TERKAIT