Cuaca Buruk Medan: Genteng Terbang dan Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan
MEDAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang berpeluang memicu angin kencang, pohon tumbang, banjir bandang di sepanjang alur sungai, longsor di kawasan perbukitan, serta gelombang tinggi di perairan barat Sumatera Utara.
“Mengingat cuaca bersifat dinamis, masyarakat diharapkan terus memantau informasi terkini dari BMKG,” kata Kepala BMKG Balai Besar Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dalam siaran pers yang diterima Kamis(27/11).
Hendro juga meminta para kepala daerah di Sumatera Utara berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri setempat untuk memastikan informasi cuaca dari BMKG Wilayah I Medan tersampaikan secara cepat. Informasi terkini dapat diakses melalui akun media sosial resmi @infobmkgsumut.
“Masyarakat juga dapat menghubungi layanan informasi BMKG Wilayah I Medan melalui call center 0821-6804-3653 atau email [email protected],” ujarnya.
Menurut Hendro, cuaca ekstrem yang terjadi di Sumatera Utara dipengaruhi oleh Siklon Tropis Senyar, yang sebelumnya merupakan Bibit Siklon Tropis 95B. Sistem ini berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka, dan memicu peningkatan intensitas hujan hampir setiap hari dalam sepekan terakhir.
Data pengamatan UPT BMKG menunjukkan curah hujan berada pada kategori lebat hingga ekstrem dengan durasi yang panjang. Intensitas tertinggi tercatat di beberapa wilayah, antara lain
ARG Pakkat: 238,4 mm (25 November 2025)
Stamet F.L. Tobing: 229,7 mm (24 November 2025)
ARG Tapanuli: 176,4 mm (24 November 2025)
Pos Hujan Hapesong, Tapanuli Selatan: 149,7 mm (24 November 2025)
ARG Teluk Dalam: 157,6 mm (24 November 2025)
ARG Arse: 158,2 mm (25 November 2025)
ARG Salak: 110 mm (25 November 2025)
AWS Hinai Langkat: 93,8 mm (25 November 2025)
BMKG mengingatkan bahwa kondisi atmosfer masih labil dan potensi cuaca ekstrem dapat berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.(Dikutip dari Sumutpos)










Tulis Komentar