Pemkab Inhu Tetapkan Status Siaga Darurat Hidrometeorologi, Warga Diminta Waspada

INHU – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menetapkan status *siaga darurat* bencana hidrometeorologi setelah potensi cuaca ekstrem meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Keputusan itu disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Auditorium Lantai 4 Kantor Bupati, Kamis(11/12).

Mewakili Bupati Inhu, Sekretaris Daerah Zulfahmi Adrian menekankan perlunya langkah cepat dan terukur dari seluruh unsur pemerintah daerah. Ia meminta setiap pemangku kepentingan menyelaraskan persepsi, menyusun rencana kerja, serta menyiapkan rencana aksi yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

“KPBD harus segera mengoordinasikan langkah penanggulangan bersama OPD dan instansi terkait. Camat juga wajib memperkuat komunikasi dengan Forkopimcam, kelurahan, dan desa agar strategi penanganan di lapangan berjalan efektif,” ujar Zulfahmi.

Ia juga mendorong peningkatan edukasi publik. Menurutnya, kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat respons kebencanaan. Warga diminta aktif memantau lingkungan dan segera melaporkan setiap tanda potensi bencana.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Japura memproyeksikan curah hujan intens pada Desember 2025 hingga Februari 2026. Potensi banjir di wilayah Inhu diperkirakan berada pada level rendah hingga menengah pada Desember, dan rendah pada Januari hingga Februari 2026. Namun, curah hujan tinggi di Sumatera Barat perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan debit sungai yang mengalir ke Inhu.

Dengan penetapan status siaga darurat ini, pemerintah daerah menargetkan seluruh unsur penanggulangan bencana berada dalam kesiapan penuh menghadapi ancaman hidrometeorologi selama musim hujan.(DS)

 

TERKAIT