Penampakan Harimau Sumatera Gegerkan Jalur Industri Zamrud, Siak

SIAK- Seekor harimau sumatera kembali memunculkan kekhawatiran di kawasan industri migas Zamrud, Kabupaten Siak, Riau. Satwa dilindungi itu dilaporkan menampakkan diri di jalur akses menuju Water Injection Plant (WIP) Zamrud, Rabu siang(14/01).

Kemunculan harimau tersebut terjadi di depan fasilitas WIP, tepat di dekat jembatan yang menjadi akses utama kendaraan operasional. Menurut keterangan saksi, harimau berukuran besar itu terlihat melintas dari sisi kanan jalan, menyeberang, lalu menghilang ke arah semak belukar di sekitar lokasi.

Peristiwa itu sempat mengejutkan sejumlah pekerja dan pengendara yang melintas. Aktivitas kendaraan sempat melambat karena pengemudi berhati-hati dan memastikan satwa tersebut benar-benar menjauh dari badan jalan.

Penampakan harimau berhasil direkam oleh Mandor Departemen Operation, Khaidir, bersama seorang sopir bernama Dedi. Rekaman tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai dasar tindak lanjut pengamanan.

Lokasi kemunculan harimau diketahui berada sekitar 1,3 kilometer dari pos Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau yang berada di kawasan Taman Nasional Zamrud. Jarak yang relatif dekat ini menunjukkan wilayah jelajah satwa liar masih bersinggungan dengan aktivitas manusia.

Menanggapi laporan tersebut, BBKSDA Riau langsung menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Petugas menyisir area sekitar lokasi penampakan guna memastikan arah pergerakan harimau dan potensi risiko bagi pekerja maupun masyarakat.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, membenarkan adanya laporan kemunculan harimau sumatera tersebut. Ia mengatakan langkah awal yang dilakukan adalah verifikasi lapangan dan pengumpulan informasi dari saksi.

Menurut Ujang, pihaknya juga akan meningkatkan pemantauan di sekitar jalur akses WIP Zamrud. Selain itu, koordinasi dengan pengelola kawasan dan pihak perusahaan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kemunculan ulang satwa dilindungi itu.

BBKSDA mengimbau seluruh pekerja dan pengguna jalan di kawasan tersebut agar tetap waspada, mengurangi aktivitas di area rawan, serta segera melapor jika kembali melihat keberadaan harimau. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keselamatan manusia sekaligus melindungi harimau sumatera yang populasinya terus terancam.(LI)

 

TERKAIT