Lantai Dua Tangsi Belanda Siak Runtuh, Sembilan Siswa SD dan Seorang Guru Luka-luka
SIAK— Rombongan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Baitul Ridho, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, mengalami kecelakaan saat melakukan kunjungan studi wisata ke bangunan bersejarah Tangsi Belanda, Sabtu(31/01). Peristiwa itu terjadi setelah lantai dua bangunan runtuh dan menyebabkan sembilan siswa serta seorang guru mengalami luka-luka.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB di Tangsi Belanda yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak. Saat itu, rombongan siswa kelas V dan VI sedang berada di lantai dua bangunan untuk mengikuti penjelasan sejarah.
Menurut saksi mata sekaligus pemandu wisata Tangsi Belanda, Safrizal, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.35 WIB dan berkeliling kompleks bangunan. Ketika memasuki salah satu ruangan di lantai dua, lantai kayu bangunan tiba-tiba runtuh karena tidak mampu menahan beban.
“Lantainya terbuat dari papan kayu. Saat rombongan berada di dalam ruangan, lantai langsung ambruk,” ujar Safrizal.
Akibat kejadian tersebut, rombongan terjatuh ke lantai dasar dengan ketinggian sekitar empat meter. Seorang guru pendamping, Mira Agustina (37), mengalami luka ringan.
Sementara itu, sembilan siswa yang menjadi korban masing-masing bernama Sapira Zahwa (12) mengalami luka robek di kepala, Rusdatun Nadia (11) mengalami luka robek di kening, Haiwa Ruwaida (11) mengeluhkan pegal di pinggang kanan, Alifa Nada Wicaksono (11) mengalami bengkak pada telapak kaki kanan, Adelia Dwi Putri mengalami memar di tangan kanan, Joana Putri mengalami nyeri pada kaki kiri dan lecet di lutut, Aura (11) mengalami nyeri di pinggang kiri dan kanan, Syifa (12) mengalami luka robek di bagian bawah bibir dalam dan luar, serta Keisya Lutfi (12) mengalami luka robek di kepala.
Rombongan studi wisata tersebut berjumlah 55 siswa dan 13 guru pendamping yang berasal dari kelas V dan VI SD IT Baitul Ridho, Kampung Rawang Kao, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak.
Berdasarkan keterangan di lokasi, runtuhnya lantai dua bangunan diduga disebabkan kondisi kayu yang sudah lapuk dan dimakan rayap. Tangsi Belanda merupakan bangunan cagar budaya peninggalan kolonial Belanda yang hingga kini masih difungsikan sebagai objek wisata sejarah di Kabupaten Siak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait evaluasi bangunan maupun langkah pengamanan lanjutan terhadap lokasi tersebut.(LI)










Tulis Komentar