BI dan BRI Jelajahi Kepulauan Bengkalis, Tebarkan Semangat Cinta Rupiah hingga Wilayah Terluar

BENGKALIS – Bank Indonesia (BI) bersama TNI Angkatan Laut dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bengkalis menggelar kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 di Gedung Daerah Datuk Laksamana Raja di Laut, Bengkalis, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat edukasi masyarakat mengenai pentingnya Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara sekaligus menyediakan layanan penukaran uang layak edar di wilayah kepulauan.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan pelajar, mahasiswa, perwakilan instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta organisasi perangkat daerah. Selain sosialisasi program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, masyarakat juga memperoleh layanan penukaran uang lusuh maupun pecahan yang dibutuhkan.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 merupakan bagian dari rangkaian perjalanan Bank Indonesia menjangkau wilayah kepulauan di Provinsi Riau. Sebelum tiba di Pulau Bengkalis, tim telah mengunjungi Pulau Rupat dan selanjutnya akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Mendol, Sungai Guntung, serta Pulau Tebing Tinggi pada 21–27 Juli 2026.

Kepala Seksi Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Sofyan Catur, mengatakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat telah menjadi agenda rutin Bank Indonesia sejak 2019. Menurut dia, program tersebut tidak hanya menghadirkan layanan penukaran uang, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Agenda utama kegiatan ini adalah edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah serta layanan penukaran uang Rupiah, baik uang lusuh maupun pecahan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Sofyan mengatakan sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut menjadi faktor penting dalam menjangkau wilayah terluar, terdepan, dan terpencil agar masyarakat tetap memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar.

"Kita menjaga kedaulatan NKRI melalui Rupiah, menyatukan seluruh lapisan masyarakat bahwa Rupiah merupakan satu-satunya alat pembayaran yang sah. Warga Indonesia wajib menggunakan Rupiah," katanya.

Dalam kesempatan itu, tokoh masyarakat Bengkalis, Sofyan Said, menyampaikan sejarah singkat Pulau Bengkalis kepada peserta. Menurut dia, pemahaman terhadap sejarah daerah menjadi bagian dari upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air.

Sementara itu, Pemimpin Cabang BRI Bengkalis Ary Aulia Fadli yang diwakili M. Rian Arfandi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Kabupaten Bengkalis. Ia menilai kegiatan tersebut berperan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan Rupiah, terutama di tengah perkembangan transaksi keuangan digital.

"Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar masyarakat semakin cinta, bangga, dan paham terhadap Rupiah. Dari pihak perbankan juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan nasabah mengenai penggunaan Rupiah yang baik, terlebih di era digital saat ini," katanya.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut dan BRI berharap masyarakat di wilayah kepulauan semakin mudah memperoleh uang Rupiah yang layak edar. Program tersebut juga diharapkan memperkuat kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa sekaligus memperkokoh persatuan hingga ke wilayah terluar Indonesia.(AC)

 

TERKAIT