Bupati Kampar Ahmad Yuzar Tegas: Jangan Main-main dengan Anggaran Pendidikan

KAMPAR— Bupati Kampar Ahmad Yuzar meminta pembangunan fasilitas pendidikan di Kabupaten Kampar dikawal sejak tahap perencanaan. Ia menegaskan anggaran pendidikan harus digunakan secara tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Ahmad Yuzar menyampaikan hal itu saat meninjau pembangunan SDN 007 Pulau Lawas, Kampung Godang, Kecamatan Bangkinang, serta SMPN 2 Bangkinang Kota, Jumat, 4 September 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad didampingi Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, Sekretaris Bappeda Kampar Yusdiyen Hadinata, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kampar Zulkifli Yunus, pihak sekolah, serta tim teknis.

Saat melihat pembangunan pondasi SDN 007 Pulau Lawas, Ahmad meminta pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD.

“Jangan main-main dengan anggaran pembangunan. Laksanakan pembangunan ini sesuai dengan anggaran yang ada di APBD,” kata Ahmad.

Menurut dia, pembangunan sarana pendidikan tidak sekadar menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga investasi bagi masa depan generasi Kampar.

“Pembangunan ini menjadi masa depan anak-anak kita, generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Di SMPN 2 Bangkinang Kota, Ahmad meninjau kondisi bangunan dan lingkungan sekolah. Ia menilai sekolah tersebut perlu mendapat perhatian dan perbaikan agar memiliki fasilitas yang lebih representatif dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

“Sekolah ini memang sudah layak diperbaiki. Sejak lama kita melihat sekolah ini seperti ini saja. Sekolah ini belum mendapatkan sentuhan pembangunan yang representatif dan modern sesuai dengan pola pendidikan saat ini,” katanya.

Ahmad meminta perangkat daerah terkait segera menyusun perencanaan dan menghitung kebutuhan anggaran secara matang. Ia berharap pembangunan SMPN 2 Bangkinang Kota dapat direalisasikan pada 2027.

Menurut Ahmad, pembangunan sekolah tersebut telah masuk dalam prioritas Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), tetapi belum terealisasi.

“Pembangunan sekolah ini sudah masuk prioritas Musrenbang, namun belum tersentuh. Insyaallah kami berkomitmen agar pembangunan SMPN 2 Bangkinang Kota dapat kita realisasikan tahun depan,” ujarnya.

Ia juga meminta proses pembangunan dikawal sejak tahap perencanaan. Perhitungan kebutuhan, kata dia, harus realistis, efisien, dan berdasarkan kondisi teknis di lapangan.

“Kami minta dikawal mulai dari awal perencanaan. Yang paling logis dan efisien sesuai dengan anggaran. Jangan terkesan menghabiskan dana yang ada, tetapi lihat seberapa besar kebutuhan riil untuk pembangunan fisik sekolah,” kata Ahmad.

Untuk itu, Ahmad menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Olahraga, Bappeda, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kampar melakukan kajian dan perhitungan teknis secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan agar kebutuhan anggaran pembangunan dapat diukur secara tepat.

“Kami ingin pendidikan di Kampar maju dan siap bersaing. Saya ingatkan, jangan main-main dengan anggaran pendidikan. Kami akan pantau langsung,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar Zulkifli Yunus, mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kampar Helmi, mengapresiasi perhatian Bupati terhadap pembangunan pendidikan.

Menurut Zulkifli, perhatian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Dinas Pendidikan dan Olahraga untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pendidikan di Kabupaten Kampar.

“Terima kasih kepada Bupati Kampar atas atensi dan perhatian terhadap dunia pendidikan. Ini menjadi pelecut bagi kami di Dinas Pendidikan dan Olahraga. Insyaallah apa yang menjadi keinginan Bupati Kampar siap kami sukseskan,” katanya.

Zulkifli mengatakan perhatian pemerintah daerah terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan representatif merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kampar.

“Ini merupakan perhatian yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan Kampar ke depan,” ujarnya.(DW)

 

TERKAIT