Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tekankan Kesiapan Personel Yonif 132/BS Jelang Penugasan ke Papua
KAMPAR – Panglima Kodam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo meninjau latihan penyiapan pratugas Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Kewilayahan Yonif 132/Bima Sakti di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Kamis(05/11).
Peninjauan itu dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan personel, kesiapan organisasi, dan disiplin tempur prajurit sebelum mengikuti latihan lanjutan di Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (Pusdikpassus), Batujajar.
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam menerima paparan Koordinator Umum Latihan yang juga Kepala Seksi Operasi Korem 031/Wira Bima, Kolonel Inf Teguh Dwiraharja. Paparan itu mencakup materi dan metode latihan, mulai dari kemampuan tempur perorangan dan kelompok, patroli keamanan, patroli penghadangan, hingga patroli penyergapan.
Agus mengatakan kesiapan prajurit tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik. Menurut dia, kondisi psikologis, penguasaan keterampilan dasar, dan pemahaman terhadap rantai komando juga menjadi faktor penting sebelum personel diberangkatkan ke daerah penugasan.
“Setiap prajurit harus benar-benar menguasai kemampuan dasar, termasuk penggunaan GPS, peta, dan kompas. Kemampuan bertahan hidup atau survival juga harus dipastikan dimiliki setiap personel,” kata Agus.
Ia meminta pelatih dan komandan satuan memeriksa komposisi organisasi serta kemampuan masing-masing prajurit. Pemeriksaan itu dinilai penting karena Satgas Yonif 132/BS terdiri atas personel gabungan dari beberapa Batalyon Teritorial Pembangunan.
Agus juga mengingatkan prajurit agar menjaga soliditas, saling menghargai, dan mempertahankan nama baik satuan. Ia meminta seluruh personel merawat perlengkapan inventaris yang akan digunakan selama penugasan.
Menurut Agus, tugas pengamanan perbatasan merupakan amanah negara yang harus dijalankan dengan kesiapan dan tanggung jawab.
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari persiapan Satgas Yonif 132/BS sebelum menjalankan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG pada 2027.(DI)










Tulis Komentar